#sengketatanah

Laporan Perkara Dihentikan Setahun Lalu, Pelapor Kesulitan Minta Bukti SP3

( kata)
Laporan Perkara Dihentikan Setahun Lalu, Pelapor Kesulitan Minta Bukti SP3
Kuasa Hukum Adi Kurniadi saat diwawancarai. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelapor kasus dugaan pemalsuan tanda tangan akte tanah mempertanyakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Lampung. 

Pasalnya, laporan perkara penyerobotan lahan seluas 1 hektare di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, tepatnya di samping Rumah Makan Barek Solok itu telah dihentikan penyidik sejak setahun lalu. Sementara pelapor meminta untuk mendapat salinan bukti SP3 itu. Sebab, pelapor hendak menempuh upaya hukum lainnya.

Pelapor Farid Firmansyah dan Juli Adi Santoso melalui kuasa hukumnya, Adi Kurniadi, menjelaskan kliennya berupaya meminta kepada penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung salinan SP3 itu. 

"Kami melakukan beberapa koordinasi ke Polda Lampung untuk menanyakan SP3 itu. Namun, hingga saat ini surat itu belum juga diberikan," ujarnya, Sabtu, 25 September 2022.

Padahal, pihaknya menyurati Subdit II Ditreskrimum untuk menanyakan SP3 itu. Namun, hingga kini belum menerima jawaban. Sementara, berdasarkan koordinasi dengan Bareskrim Polri, dijelaskan SP3 itu wajib pula diberi kepada pelapor.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold EP Hutagalung, mengatakan SP3 yang ditanyakan pelapor memang untuk penyidik.

"Namanya surat perintah, maka ditujukan kepada petugas," katanya.

Sementara, untuk berhak atau tidaknya pelapor menerima salinan SP3, Reynold meminta hal tersebut untuk ditanyakan kepada Kabag Wassidik.

"Itu bisa kepada kabag Wassidik saja," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar