#panwaslu#pelanggaranpilkada#moneypolitik#pilkada#pilgub

Laporan Dugaan Tindakan Money Politik Dihentikan Panwaskab Pesibar

( kata)
Laporan Dugaan Tindakan Money Politik Dihentikan Panwaskab Pesibar
Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Pesisir Barat Abd. Kodrat. (Dok/ Lampost.co)

KRUI (Lampost.co) -- Laporan dugaan tindakan politik uang atau money politik yang dilakukan oleh tim pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Lampung tahun 2018 yaitu Arinal Djunaidi – Chusnunia (Nunik),  pada Pilgub Lampung dihentikan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).  

Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran (HPP) Panwaslu Pesibar, Abd. Kodrat menjelaskan, hasil pembahasan kedua dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Pesibar,  kedua saksi partai tidak dapat ditemui dan hal itu juga melalui undangan.

"Saksi-saksi partai tidak bisa ditemui, waktu itu sudah kita undang untuk diklarifikasi tapi tidak datang, dan sudah kita telusuri ke kediaman tidak ada orangnya," jelasnya, Jumat (6/7/2018).

Selain itu, kata dia, dalam penanganan laporan dugaan money politik tersebut telah melampaui dari waktu penanganan, sehingga laporan tersebut tidak dapat ditindaklanjuti.  “Karena batas waktu penanganannya hanya 5 hari, sedangkan laporan diterima tanggal 28 Juni dan itu sudah melampaui waktunya," kata dia.

Menurutnya, selama proses penanganan kasus itu Panwaskab Pesibar memakai tenaga ahli pakar hukum dari Universitas Lampung,  sehingga kejelasan tentang seluruh penanganan sesuai dengan prosedur yang ada dan tidak menyalahi aturan.

“Dan dalam penanganan itu kita memakai tenaga ahli pakar hukum dari Unila, untuk benar-benar memastikan apakah kasus ini bisa naik ke tahap penyelidikan,  dan penialaian dari mereka kasus tersebut tidak kuat karena saksi tersebut bukan saksi fakta yang benar-benar menyaksikan tindakan politik uang. Sedangkan dalam laporan itu hanya berdasarkan informasi saja, Tidak punya penilaian pembuktian yang kuat,” jelasnya. 

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar