Pilkadalampunglampungtengah

Laporan Pelanggaran TSM Musa-Ardito Penuhi Unsur Formal dan Materiil

( kata)
Laporan Pelanggaran TSM Musa-Ardito Penuhi Unsur Formal dan Materiil
Lampost.co/Salda Andala


LAMPUNG TENGAH (Lampost.co) -- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lampung tengah, Musa Ahmad-Ardito Wijaya, diduga kuat melakukan politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam Pilkada Lamteng. Kemenangan Musa-Ardito terancam dibatalkan.

Adalah Bawaslu Lampung yang memutuskan Musa-Ardito melakukan politik uang secara TSM, persis seperti laporan tim kuasa hukum paslon bupati dan wakil bupati Nessy Kalviya-Imam Suhadi. "Laporan kami memenuhi unsur formal dan materiil untuk ditindaklanjuti," kata Alian Setiadi, anggota tim kuasa hukum Nessy-Imam, di kantor Bawaslu Lampung, Selasa, 15 Desember 2020.

Menurut Alian, kedudukan hukum pelapor diterima dan memenuhi syarat masa waktu. Politik uang Musa-Ardito diduga kuat terjadi di 17 dari 28 kecamatan di Lamteng.

"(Laporan) secara materiil sah, perkara wajib dilanjutkan," jelas Alian, mantan Direktur LBH Bandar Lampung.

Alian menambahkan, petitum (hal yang dimintakan penggugat kepada hakim untuk dikabulkan) pelapor meminta Bawaslu Lampung menyatakan terlapor sah dan meyakinkan melakukan TSM. Lalu, membatalkan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lamteng sebagai peserta pemilihan dan memerintahkan KPU Lamteng membatalkan pasangan Musa-Ardito.

"Kebenaran dan keadilan telah bersinar. Rakyat harus bersabar, karena kemenangan rakyat Lamteng sebentar lagi akan diraih bersama," terang Alian.

Laporan Pelanggaran Administrasi TSM diregister dengan nomor : 01/Reg/L/TSM/PB/08.00/XII/2020. Persidangan tersebut diperiksa dan diadili majelis pemeriksa Iskardo P. Panggar (Ketua), Muhammad teguh dan Tamri Suhaimi (anggota).

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar