#wargabinaan#lapas#kemenkumham#beritalampung

Lapas Gunungsugih Pamerkan Kain Tapis Karya Warga Binaan di Kemenkumham Fair

( kata)
Lapas Gunungsugih Pamerkan Kain Tapis Karya Warga Binaan di Kemenkumham Fair
Kalapas Gunungsugih Syarpani bersama istri Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Eva Dwiana menunjukkan kain tapis karya warga binaan. Foto: Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lapas Gunungsugih menampilkan kain Tapis Lampung yang merupakan hasil karya warga binaan. Kain tapis tersebut merupakan bukti kreativitas para penghuni lapas tetap bisa tersalurkan.

Kalapas Gunungsugih Syarpani, Senin (22/7/2019) mengatakan kain Tapis Lampung berkualitas tinggi dihasilkan warga binaan bekerja sama dengan Farhan Tapis Bandar Jaya Lampung Tengah. 

Syarpani menyampaikan hal itu usai pembukaan Kemenkumham Lampung Correctional Fair 2019 yang akan diselenggarakan pada 22-27 Juli 2019 di Lampung Walk, Jalan Urip Sumoharjo Bandar Lampung (Depan RS Urip Sumoharjo).

Menurut Syarpani acara ini bagus untuk mengenalkan hasil karya narapidana berupa kain Tapis Lampung yang bernilai jual tinggi. Harganya berkisar Rp700 ribu-Rp2,8 juta. Melalui ajang semacam ini masyarakat mengetahui jeruji besi bukan penghalang untuk berkreativitas dan berkarya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Edi Kurniadi selaku Ketua Panitia Kemenkumham Lampung Correctional Fair 2019 mengatakan dilaksanakannya pameran ini adalah upaya pencapaian tujuan pemasyarakatan yang salah satunya adalah membangun kembali untuk reintegrasi sosial agar mereka kelak setelah bebas dapat kembali ke masyarakat dengan dibekali ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh di dalam Lapas/Rutan. “Bukti nyata, Napi diberikan bekal agar setelah bebas mempunyai keterampilan dan tidak mengulangi tindak pidana”, pungkas Mantan Kalapas Klas I Cipinang ini.

Pameran ini diikuti 16 lapas/rutan di Provinsi Lampung yang akan memamerkan hasil karya WBP pada masing-masing lapas/rutan sekaligus memasarkannya pada pameran tersebut, setiap hari pengunjung akan dihibur dengan penampilan band dari 5 band lapas/rutan seperti band LPKA Kelas II Bandar Lampung, Lapas Kelas I Bandar Lampung, Lapas Kelas IIA Kalianda serta band lapas/rutan lainnya.

Hasil karya WBP yang ditampilkan antara lain kreasi seni seperti gantungan kunci berbentuk gajah dari LPKA, tapis dari Lapas Gunungsugih, lukisan dari Lapas Kalianda, makanan dan kerajinan tangan dari Lapas Perempuan Bandar Lampung serta banyak kerajinan tangan dari lapas/rutan lainnya di Propinsi Lampung. Disamping itu akan diadakan lomba mewarnai untuk anak-anak.

Wahyu Pamungkas/Rilis







Berita Terkait



Komentar