Pilkadabandarlampung

Langkah MK Lanjutkan Sengketa Pilkada Bandar Lampung Patut Diapresiasi

( kata)
Langkah MK Lanjutkan Sengketa Pilkada Bandar Lampung Patut Diapresiasi
Sengketa pilkada di MK. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Mahkamah Konstitusi (MK) tetap melakukan registrasi permohonan sengketa hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Bandar Lampung yang diajukan pasangan calon Muhammad Yusuf Kohar-Tulus Purnomo Wibowo.

Muhammad Yusuf Kohar- Tulus Purnomo Wibowo mengajukan sengketa karena merupakan pasangan calon peraih suara terbanyak kedua.

"Apa yang dilakukan MK, dengan tetap meregister permohonan tersebut patut diapresiasi. Pasalnya, dalam desain penegakan hukum kepemiluan, terdapat prinsip penyelesaian sengketa pemilu harus ada akhirnya dan kewenangan penyelesaian akhir proses pemilu berada di MK," ujar Peneliti Kode Inisiatif M.Ihsan Maulana, Selasa, 19 Januari.

Ia menilai langkah tersebut sudah tepat. Sebab, persoalan perselisihan hasil sengketa pilkada memang harus diselesaikan. MK, harus mengedepankan pemeriksaan hingga putusan yang transparan, akuntabel dan mengedepankan asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. 

Walaupun, imbuh Ihsan, kini ada persoalan pada pilkada Kota Bandar Lampung. Pasangan calon peraih suara terbanyak yakni Eva Dwiana-Deddy Amarullah dijatuhi sanksi diskualifikasi atas dasar Putusan Majelis Pemeriksa Bawaslu Provinsi Lampung Nomor 02/Reg/L/TSM-PW/08.00/XII/2020 karena terbukti melakukan pelanggaran administrasi pemilihan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). 

Saat ini, terang Ihsan, keputusan tersebut tengah digugat Eva Dwiana-Deddy Amarullah ke Mahkamah Agung (MA). 

Diketahui, MK melakukan register perkara sengketa perselisihan hasil pilkada. Dari 136 permohonan yang masuk, hanya ada 132 permohonan diregister MK. Sedangkan 4 permohonan tidak diregister karena dicabut pemohon dan ada yang tercatat ganda dalam sistem. 

Empat permohonan yang tidak teregister tersebut ialah pilkada Kota Magelang , Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru, pilkada Kabupaten Mamberamo Raya, dan Pilkada Kabupaten Pegunungan Bintan.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar