#pembongkaran#kios#bandarlampung

Langgar GSB, 6 Kios Bakal Dibongkar

( kata)
Langgar GSB, 6 Kios Bakal Dibongkar
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Bandar Lampung Yustam Effendi. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), bersama dengan Satpol-PP akan bongkar 6 kios yang diduga lakukan pelanggaran serta adanya laporan keresahan warga. Pebongkaran berlangsung pada, Kamis, 31 Oktober 2019.

Kepala Disperkim Bandar Lampung Yustam Effendi mengatakan, terdapat 6 titik kios yang akan dilakukan pembongkaran. Dengan dasar adanya laporan atas keresahan warga sekitar, juga menyangkut Garis Sepadan Bangunan (GSB).

"Iya, besok ada 6 titik yang akan dibongkar dan 3 diantaranya jual minuman beralkohol (lapo tuak) itu dari pengaduan karena warga ngeresahin itu,,  selain itu juga melanggar GSB," ujarnya, Rabu, 30 Oktober 2019.

Kemudian hal lainnya, terkait adanya keluhan dari masyarakat perihal aktifitas yang ada pada Bar Mixology. Pihak Dinas telah melayangkan surat peringatan terakhir, jika tidak juga diindahkan maka tindakan tegas akan dilakukan berupa penyegelan.

"Terkait Mixology kita masih minta pihak menejemen untuk memenuhi persyaratan yang menyangkut keresahan masyarakat, seperti kebisingan dan aktifitas Bar sampai lewat tengah malam, disitu ada 7 point yang harus mereka penuhi," ungkapnya.

Sebelumnya juga, Dinas telah lakukan pemanggilan terhadap pihak menejemen Bar Mixology untuk diberikan surat peringatan terakhir. "Jika tidak juga dipenuhi 7 point persyaratan itu maka nantinya bisa kita segel. Tapi untuk bar nya saja,  resto tidak ada masalah,"  lanjutnya.

Dijelaskan,  7 point yang harus dipenuhi itu diantaranya. Masyarakat tidak dilibatkan pembuatan persetujuan izin lingkungan, melanggar jam operasional, tidak menyediakan lahan parkir, suara bising mengganggu ketenangan warga sekitar, aktifitas pengunjung Mixology yang meresahkan warga sekitar, pihak Mixology tidak menjaga kebersihan lingkungan, dan yang terakhir sering terjadi perkelahian antar pengunjung.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar