#lampungtengah

Lamteng Terapkan Digitalisasi Bahan Bacaan

( kata)
Lamteng Terapkan Digitalisasi Bahan Bacaan
Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono saat diwawancarai di ruang kerja, Selasa, 9 Agustus 2022. (Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co) -- Lampung Tengah (Lamteng) mesti menerapkan digitalisasi bahan bacaan untuk mendukung pencanangan gerakan membaca 30 menit setiap hari dalam keluarga. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono. 

Pimpinan lembaga legislatif itu telah membahas digitalisasi bahan bacaan bersama sejumlah pejabat terkait. 

"Suka tidak suka, saat ini dunia dalam genggaman kami. Berkaitan dengan literasi, saya selaku ketua DPRD sudah berbicara bersama sekretaris dan dinas terkait untuk peningkatan anggaran. Saya juga meminta kepada pemerintah pusat melalui deputi pengembangan SDM perpustakaan, supaya ada digitalisasi bahan bacaan di kabupaten ," kata Sumarsono di ruang kerja, Selasa, 9 Agustus 2022.

Dia juga menjelaskan sampai hari ini pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia terdahulu, Soekarno dan M Yamin merupakan kutu buku. Setiap hari, waktunya terisi dengan membaca. Bahkan, rasul juga menyampaikan untuk belajar sampai negeri Cina. 

"Baca, baca, dan baca. Semua ilmu bisa kami serap dengan cara membaca. Pemimpin bangsa juga kutu buku. Mereka berhasil merumuskan UUD 1945, yang hingga saat ini diakui oleh dunia," tegasnya.

Baca juga: Lampung Tengah Masih Kekurangan Banyak Guru

Sumarsono juga menyampaikan kepada eksekutif bahwa digitalisasi bahan bacaan ini tidak semata-mata muncul dari dirinya. Namun, itu merupakan usulan dari masyarakat yang kini telah melek teknologi. Selain itu, hal ini juga salah satu upaya agar masyarakat tidak termakan hoaks dari sumber yang tidak jelas.

"Digitalisasi bahan bacaan juga sebagai salah satu cara supaya tidak salah sumber informasi karena sekarang banyak hoaks, banyak oknum yang ingin memecah belah bangsa ini, sehingga rakyat jadi korban," ujarnya. 

Sumarsono menerangkan untuk digitalisasi bahan bacaan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk terwujudnya digitalisasi bahan bacaan dengan hasil baik dan jelas.

"Anggaran siap. Karena ini menyangkut era digital, rakyat menjadi prioritas sebagai keniscayaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sepanjang pengelola anggaran dapat mempertanggungjawabkan dengan baik dan menyajikan hasil kerja yang baik, kami akan dukung," tutupnya. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar