#Pertanian
Pertanian

Lamsel Akan Kembangkan Varietas Padi dengan Zinc Tinggi

( kata)
Lamsel Akan Kembangkan Varietas Padi dengan Zinc Tinggi
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Noviar Akmal. Dok. Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co) --Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Lampung Selatan, akan mengembangkan varietas padi Invari IR Nutri Zink pada musim tanam rendeng mendatang. Dimanavarietas tersebut menekan angka stunting di wilayah Lamsel.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DTPH-Bun Lamsel, Noviar Akmal saat dihubungi Lampost.co, Kamis 14 November 2019. Dia mengaku dalam mengatasi permasalahan stunting, pihaknya akan mendorong petani menggunakan varietas Invari IR Nutri Zink.

"Saat ini Balai Penelitian Tanaman Padi sudah mengenalkan varietas padi Invari IR Nutri Zink yang memiliki kandungan Zinc(Zn) rata-rata sebesar 34,51 ppm atau sekitar 8 ppm lebih tinggi daripada kandungan Zn varietas umum lainnya. Untuk itu, ini sedang kami usulkan ke Provinsi agar varietas ini bisa ditangkar di Lamsel," kata dia.

Menurut Noviar, penanaman varietas IR Inpari Nutri Zink ini dinilai dapat mencegah angka stunting, khususnya di Lamsel. Dimana, salah satu penyebab stunting ini disebabkan angka prevelensi kekurangan gizi khususnya zink masih tinggi atau sebesar 31,6 persen pada balita usia di bawah lima tahun.

"Dengan adanya varietas baru ini nantinya bisa memenuhi kekurangan nutrisi zink pada masyarakat. Artinya, dengan varietas ini salah satu mengatasi permasalahan stunting diwilayah Lamsel," kata dia.

Meski varietas Invari IR Nutri Zink ini belum diperkenalkan secara menyeluruh di wilayah Lamsel, kata Noviar, namun varietas baru ini akan terlebih dahulu dilakukan penangkaran kepada petani. Sehingga, masyarakat nantinya dapat mengembangkan varietas tersebut.

"Lantaran varietas ini masih baru, kami coba memperkenalkan dulu kepada petani dengan cara penangkaran. Untuk musim rendeng mendatang varietas IR Inpari Nutri Zink akan ditangkarkan di Kecamatan Sragi dengan harapan bisa diterima oleh petani," kata dia.

Menurutnya, salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan zinc (Zn) ke dalam tubuh, terutama bagi ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (balita). Dimana, Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh.

"Dalam mengatasi masalah stunting, bidang Pertanian dinilai memiliki peran penting karena upaya penanggulangan kekurangan gizi Zn dapat dilakukan dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi. Mudah-mudahan benih padi tersebut mulai bisa dikembangkan pada musim tanam depan," kata dia.

Winarko

Berita Terkait

Komentar