#covid-19#viruskorona#viruscorona#ventilator

Lampura Kekurangan Ventilator untuk Penanganan Pasien Covid-19

( kata)
Lampura Kekurangan Ventilator untuk Penanganan Pasien Covid-19
RSD HM Mayjend (Purn) Ryacudu Kotabumi. Istimewa

Kotabumi (Lampost) -- Penyebaran Covid-19 di wilayah Lampung Utara dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan, termasuk adanya satu kasus baru pada Kamis, 17 September 2020. Kini dengan tambahan satu kasus baru tersebut, jumlah total Covid-19 di Lampura menjadi 83 orang. 

Penambahan jumlah pasien Covid-19 yang terus terjadi tersebut tentunya perlu penanganan yang serius. Namun, fasilitas sarana dan prasarana yang ada kurang memadai. 

"Yang dibutuhkan saat ini adalah kelengkapan di fasilitas isolasi, khususnya di tempat merawat pasien Covid-19. Sebab, seperti di lokasi karantina, fasilitas yang ada masih minim," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Maya Manan, yang juga Sekretaris Sekretariatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Lampura, Kamis malam, 17 September 2020.

Berita terkait: Pemkab Lampura Anggarkan Rp57 Miliar Lebih Tangani Covid-19

Menurut dia, di Lampura terdapat dua rumah sakit rujukan bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19, yakni di RSD HM Mayjend (Purn.) Ryacudu dan Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani, Kotabumi. Namun, fasilitas sarana prasarana di kedua RS rujukan tersebut masih minim, salah satunya alat ventilator untuk membantu pernapasan.

"Alat ini sangat diperlukan di rumah sakit rujukan yang ada di Lampung Utara, minimal dibutuhkan tiga ventilator," ujarnya

Di RSD Mayjend (Purn) HM Ryacudu merawat lima pasien Covid-19. Sementara ketersediaan ventilator hanya ada dua, pembiayaannya berasal dari refocusing anggaran DAK serta dana intensif daerah (DID).

"Kalau di RSU Handayani disiapkan empat kamar isolasi merawat pasien Covid-19 tanpa ada ventilatornya," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar