#kecelakaanka#keretaapi#ptkai#perlintasankereta#beritalampura

Lampura Bangun 3 Pos Pantau di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

( kata)
Lampura Bangun 3 Pos Pantau di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu
Kadishub Lampura, Basirun Ali mendampingi Pj Sekdakab Sofian dan Kepala Dinas Perhubungan saat meninjau pos siaga covid-19 ditempatkan untuk mendata pendatang baik dari arah Bandar Lampung dan Palembang, Sumsel belum lama ini. Dok

Kotabumi (Lampost.co): Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara membangun tiga pos pemantau perlintasan kereta api.

Kepala Dinas Perhubungan Lampura Basirun Ali mengatakan sebanyak tiga pos jaga untuk memantau pintu perlintasan kereta api sedang dalam tahap pembangunan. Hal itu dilaksanakan menindaklanjuti arahan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi pascakejadian kecelakaan di perlintasan tanpa plang yang ada beberapa titik di lampura. Sehingga membutuhkan perhatian serius dalam penanganannnya seperti tersedianya pos pantau kereta api itu.

"Ya sekarang masih dalam pembangunan. Itu masuk dalam 3 halte yang kita bangun di beberapa titik. Ketiga titik pos jaga perlintasan tanpa palang pintu tersebut kita tempatkan di Jalan Dahlia dan Wonogiri, Kotabumi. Lalu di Candimas, Kecamatan Abung Selatan," kata dia, Selasa, 28 April 2020.

Menurutnya, pengajuan pekerjaan itu telah dilaksanakan mulai 2018 lalu. Namun, baru dapat direalisasikan pada tahun ini untuk meminilisir angka kecelakaan di jalan raya, khususnya perlintasan tanpa palang pintu disana.

"Jadi sebenarnya ini semudah lama, dan beberapa waktu lalu gubernur sempat datang meninjau dan Plt Bupati. Dia mengungkapkan harus ada pos jaga karena banyak terjadi kecelakaan, tepatnya sebelum wabah covid-19 merebak. Jadi ini bukan tiba-tiba, tapi sudah direncanakan sejak awal dan dibiayai oleh APBD kabupaten," ujarnya.

Terkait dengan penjagaan di pintu masuk kabupaten tertua di Lampung itu, pihaknya bersama keamanan (TNI-Polri) dan petugas kesehatan menyiagakan petugasnya di beberapa titik pos penjagaan. Guna menghalau warga yang datang, khususnya mereka berasal dari daerah endemik korona.

"Kita menyiagakan di beberapa posko, seperti yang ada di Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan, terminal Tipe B. Kemudian di Bukit Kemuning, Kalicinta dan stasiun. Untuk melakukan pendataan terhadap para pendatang, serta menghalaunya bila kedapatan berasal dari red zone," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar