#embarkasihaji#beritalampung#asramahaji

Lampung Wujudkan Bandara Embarkasi dan Asrama Haji Ramah Jemaah

( kata)
Lampung Wujudkan Bandara Embarkasi dan Asrama Haji Ramah Jemaah
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi bersama Pimpinan Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain di Ruang Kerja Gubernur, Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus memberikan perhatian yang serius kepada jemaah haji dan umrah serta umat beragama yang ada di Bumi Ruwai Jurai. Pemerintah terus giat memacu pembangunan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Embarkasi Haji dan Umrah serta Kompleks Asrama Haji Rajabasa yang multifungsi untuk kegiataan keagamaan.

Hal tersebut terlihat ketika kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata Wishnutama, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Sabtu, 25 Juli 2020 serta Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi pada Selasa, 11 Agustus 2020 menyambangi Provinsi Lampung dan serius untuk mengembangkan Bandara Radin Intan II dan Asrama Haji.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bawa para Menteri Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo - Ma'ruf Amin memberikan dukungan yang serius terhadap Bandara Radin Inten II Lampung Selatan.

Arinal mengatakan bahwa pemerintah pusat mendengar keinginan daerah dan pemerintah daerah siap mendukung kebijakan pusat.

"Bandara tidak hanya berfungsi sebagai penerbangan penumpang tetapi kepentingan lainnya seperti ekspor komoditi khas, terminal kargo, penerbangan agamis embarkasi haji dan umrah. Saya meminta kepada menteri agar diprioritaskan menjadi embarkasih haji dan umrah pada 2021 ini. Jadi jemaah haji dan umrah bisa langsung terbang dari Lampung ke Jeddah," kata Arinal di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kamis, 13 Agustus 2020.

Kemudian ia menceritakan bahwa sudah sejak lama ia terlibat dalam pembangunan Bandara Radin Inten II. Arinal menceritakan ketika jaman Gubernur Lampung Sjachroedin ZP tahun 2010, Bandara Radin Inten II ditetapkan sebagai embarkasi haji antara. Pada saat itu, Menteri Agama Suryadharma Ali, pada 5 Juli 2010 menyatakan secara lisan Lampung menjadi embarkasi antara haji.

Kemudian Penetapan Lampung sebagai embarkasi haji antara itu terwujud setelah Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan surat keputusan (SK) dari Kementerian Agama. SK bernomor PT.VII.II/4/HJ.05/2836/2010 tentang Penetapan Embarkasi Antara Lampung 1431 Hijriah, tertanggal 17 September 2010 diserahkan langsung oleh Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama Zianal Abidi Sufi kepada Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, di Asrama Haji Rajabasa Bandarlampung, pada 7 Oktober 2010.

"Saat ini kita terus malakukan upaya pembangunan. Landasan pacu dibangun dengan kualitas internasional sehingga pesawat berbadan besar bisa takeoff dan mendarat tanpa ada rasa was-was atau berisiko," katanya.

Selain Bandara, Asrama Haji Rajabasa juga akan terus berbenah. Menteri Agama, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi melakukan Penandatanganan Prasasti dalam rangka peresmian pembangunan Asrama Haji, Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Provinsi Lampung di Gedung Orange Asrama Haji, Bandar Lampung, Selasa, 11 Agustus 2020. Pembangunan Asrama Haji dan fasilitas lainnya, dibangun dengan menggunakan dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara).

"Islamic Center dan Asrama Haji terus didukung pusat. Saya meminta kepada Menteri Agama agar Islamic Center berfungsi untuk mencerdaskan masyarakat, setiap tahunnya menghasilkan minimal 40-50 hafidz/hafidzah dari desa. Setelah lulus maka balik kedaerah menjadi tokoh agama yang juga bersinergi dengan dana desa dan smart village. Sehingga terwujud masyarakat maju dan agamis," kata Arinal.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar