#ekbis

Lampung Upayakan Target Realisasi APBN 2021 Tercapai

( kata)
Lampung Upayakan Target Realisasi APBN 2021 Tercapai
Ilustrasi kerangka APBN - - Foto: dok MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 disusun sebagai respons untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Pada saat yang sama juga memperhatikan perkembangan perekonomian terkini dan keselarasan dengan upaya menjaga kesinambungan fiskal dalam jangka menengah. APBN tahun 2021 disusun dengan memperhatikan kondisi terkini serta prospek perekonomian global maupun domestik ke depan.

Dalam Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp1.743,6 triliun, belanja negara Rp2.750 triliun, defisit 1.006,4 triliun atau 5,7%. Untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi di tahun 2021, kebijakan strategis dalam APBN 2021 dialokasikan dana untuk pendidikan sebesar Rp550 triliun, kesehatan Rp169,7 triliun, perlindungan sosial Rp421,7 triliun, infrastruktur Rp413,8 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, pariwisata Rp15,7 triliun dan bidang ICT Rp29,6 triliun.

Kasi PPA I C, Bidang PPA I, Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Saifudin Ali, mengungkapkan belanja Pemerintah Pusat untuk Provinsi Lampung dianggarkan sebesar Rp16,35 triliun atau  0,83% dari Belanja Negara APBN 2021 yang mencapai Rp1.954,5 triliun. Hingga akhir triwulan III tahun anggaran 2021 realisasi belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Lampung mencapai 64.16%. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung mempunyai peran yang sangat strategis untuk mewujudkan pengelolaan APBN yang berkualitas, transparan dan akuntabel. 

"Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung melaksanakan fungsi monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran," kata Ali melalui keterangan tertulis, Selasa, 26 Oktober 2021. 

Adapun alokasi anggaran untuk Provinsi Lampung adalah sebesar Rp16,35 triliun atau naik sebesar 6,8% dibandingkan alokasi tahun anggaran 2020. Penggunaan alokasi anggaran ini terbagi dalam beberapa fungsi yang dilaksanakan oleh 41 Kementerian/Lembaga dan 1 BA-BUN pengelola DAK Fisik dan Dana Desa, yang pelaksanaan teknisnya dijalankan oleh 478 satuan kerja, yang didalamnya terdapat 5 satuan kerja BLU dan 4 satuan kerja penyalur Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa. Hingga akhir semester TW III TA 2021 realisasi APBN di Provinsi Lampung mencapai 64,16% dari pagu yang telah ditetapkan.

Di tahun anggran 2021 alokasi belanja pegawai memiliki porsi terbesar diikuti belanja modal dan belanja barang. Dari tujuh jenis belanja yang ada di Provinsi Lampung dikelola oleh seluruh satuan kerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Alokasi pagu dari masing-masing jenis belanja tersebut dapat dilihat pada tabel I.

Tabel I.
Pagu dan Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Belanja
(miliar)
=============================================================================================================================

=============================================================================================================================
                  Pegawai     ||   Barang ||        || Modal||           Beban Bunga || Subsidi     ||Hibah    ||Bansos    || Lain-lain|| Transfer    || Total 
    =======================================================================================
PAGU         3,660,40   ||   3,281,06||      || 3,560,29||                        -    -    -                                 26,26            -             ||  5,825,03||   || 16,353,06

REALISASI 2,795,04    || 2,071,93||   || 2,025,48  ||                    -    -                                            14,26             -            ||  3,584,89||    ||  10,491,62
==============================================================================================
                      76.36%       63.15%            56.89%                                                                        54.32%                             61.54%           64.16%

Data diolah dari OM SPAN per September 2021


Ali melanjutkan pada tahun anggaran 2021 terdapat lima klasifikasi anggaran berdasarkan jenis kewenangan, dimana masing-masing kewenangan yang ada berimplikasi pada pelaksanaan anggarannya. Untuk belanja Kantor Pusat (KP) memiliki porsi 22,35% dari total APBN yang dikelola di Provinsi Lampung. Sementara itu kewenangan Kantor Daerah (KD) memiliki porsi paling besar yaitu 40%, Desentralisasi (DS) memiliki porsi 35,66%, Tugas Pembantuan (TP) sebesar 1,46%, dan juga Dekonsentrasi (DK) sebagai porsi terkecil yaitu sebesar 0,53%. Keseluruhan anggaran ini dikelola sesuai dengan batasan-batasan anggaran yang dimiliki per jenis kewenangan.
Sampai dengan triwulan III T.A. 2021 Kewenangan Kantor Daerah (KD) merupakan jenis kewenangan dengan realisasi paling tinggi yaitu sebesar 67,46%. Sedangkan Dekonsentrasi (DK) adalah jenis kewenangan dengan realisasi terendah yang mencapai 61,54% dari total pagu yang dialokasikan.

Tabel II
Pagu dan Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Kewenangan
(miliar)
Jenis Kewenangan    Pagu    Realisasi     Persentase
Kantor Pusat    3,624,49    2,239,90    61.80%
Kantor Daerah     6,602,45    4,454,11    67.46%
Dekonsentrasi    77,87    50,89    65.36%
Tugas Pembantuan    223,20    161,81    72.49%
Desentralisasi    5,825,03    3,584,89    61.54%
Data diolah dari OM SPAN per September 2021

Klasifikasi Anggaran Berdasarkan Organisasi
Provinsi Lampung memiliki APBN sebesar Rp16,35 triliun pada Tahun Anggaran 2021 yang
dialokasikan pada 42 Kementerian/Lembaga (K/L) dan satu BA-BUN. Limabelas K/L yang memiliki pagu terbesar di Provinsi Lampung dapat dilihat pada tabel III.

Tabel III
Pagu dan Realisasi Anggaran Berdasarkan Kementerian/Lembaga
(miliar)
K/L    Pagu    Realisasi TW I    Realisasi TW II    Realisasi TW III    Persentase Realisasi s.d TW III
Kemen PUPR    3.661,97    914,88    1.625,35    2.267,98    61,93%
 Kemenag    1.667,14    232,91    711,62    1.128,57    67,69%
Polri    1.231,71    267,39    643,60    953,75    77,34%
Kemendikbud    917,17    86,85    245,99    422,17    46,03%
Kemenhan    707,81    140,90    358,67    525,10    74,19%
Kementan    287,10    38,15    130,49    203,80    70,99%
MA    244,56    46,28    122,51    185,79    75,97%
Kemenhumham    236,56    47,15    115,30    169,23    71,54%
BPN    177,37    26,72    79,31    121,58    68,55%
Kemenkeu    158,19    22,39    61,19    96,82    61,20%
Kemenkes    149,09    14,12    40,77    71,45    47,92%
Kemen LHK    147,45    25,84    64,45    95,95    65,07%
Kejaksaan    148,00    32,87    77,80    114,46    77,34%
Kemenhub    145,78    16,79    50,70    101,89    69,89%
BPS    87,66    15,91    38,91    60,13    68,59%
Data diolah dari OM SPAN s.d. TW III 2021

Sesuai dengan Nota Dinas Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor ND-292/PB/2021 tanggal 25 Agustus 2021 hal Akselerasi Belanja Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah perubahan target realisasi anggaran untuk triwulan III dari target 60% berubah menjadi 70%. 

Dari 15 Kementerian/Lembaga terbesar sebagaimana pada tabel III, terdapat 9 K/L yang realisasi anggarannya di triwulan III TA 2021 masih di bawah 70%. Hal tersebut mayoritas dikarenakan adanya pembatasan pergerakan dan kebijakan social distancing di masa pandemi COVID19 mengakibatkan sisa anggaran yang cukup besar mengingat banyak kegiatan yang diubah metode pelaksanaannya menjadi online atau tidak melibatkan banyak peserta secara langsung. Banyak kontrak dan perjalanan dinas yang ditunda juga diganti menjadi pertemuan secara online yang menyebabkan banyak anggaran yang sudah dialokasikan tidak terserap.

Sebanyak 13 K/L di Provinsi Lampung mencapai target realisasi triwulan III APBN yang telah ditetapkan yaitu 70%, namun masih terdapat 29 K/L yang memiliki realiasi anggaran kurang dari
70%. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan salah satu dari lima K/L dengan pagu terbesar hanya mampu meraih realisasi sebesar 46,03%.
K/L dengan realisasi terbesar pada triwulan III TA 2021 adalah Kementerian Ketenagakerjaan  dengan 86,32% realisasi sampai dengan akhir September 2021, yang kemudian diikuti oleh KPU dengan realisasi mencapai 78,46%. Kepolisian RI juga berhasil merealisasikan 77,43% anggarannya. Kemudian disusul secara berturut-turut Kejaksaan RI mencapai 77,34%, MA 75,97%, Kemensos 75,69%, BKKBN 74,44%, Kementerian Pertahanan 74,19%, BNN 72,72%, BPKP 72,67%, Kemenkumham RI 71,54%, Kementan 70,98% dan BMKG mencapai 70,72%. Sedangkan 29 K/L lainnya masih berada di bawah target, bahkan Kemenkes, Bappenas, Kemendikbud,  Kementerian Desa PDT, dan juga Kementerian Perdagangan realisasi anggaran di triwulan III ini masih dibawah 50% dari pagu yang telah ditetapkan.


Ali menambahkan sesuai realiasasi anggaran hingga triwulan III  TA 2021 APBN di Provinsi Lampung masih dibawah target triwulan III yang telah ditetapkan yaitu mencapai Rp10.941,62 miliar atau sebesar 64,16% dari pagu yang dialokasikan sebesar Rp16.353,06 miliar. Berdasarkan jenis belanja, realisasi rendah ditunjukkan oleh jenis belanja modal dan belanja barang.  Mayoritas belanja yang tidak terserap di Triwulan III Tahun Anggaran 2021 adalah belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal gedung dan bangunan, belanja modal badan layanan umum (BLU), belanja perjalanan dinas, belanja jasa, belanja barang dan belanja honorarium, juga belanja barang BLU. Sedangkan berdasarkan kegiatan dan output, realisasi rendah disebabkan oleh belanja untuk output layanan internal, layanan SDM, belanja pelayanan publik, belanja layanan pelatihan dan pendidikan. Dari belanja layanan tersebut dapat disimpulkan bahwa ketidakserapan anggaran diakibatkan oleh belanja pelayanan yang semula dilaksanakan secara tatap muka harus dibatasi akibat pandemi covid-19. Belanja-belanja pelayanan tersebut harus dialihkan menjadi pelayanan secara daring yang menyebabkan anggaran yang dialokasikan sebelumnya tidak terserap maksimal.

Adapun sejumlah rekomendasi diantaranya: 

1. Satker agar melakukan revisi anggaran sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sesegera mungkin ke Kanwil DJPb seperti optimalisasi anggaran agar tingkat realisasi meningkat, penambahan pagu belanja pegawai untuk menghindari terjadinya pagu minus, dan memutakhirkan rencana penarikan dana Halaman III DIPA. 
2. Satker agar berkoordinasi dengan kantor pusat Satker untuk melakukan perubahan target PNBP sehingga lebih mendekati realitas di lapangan khususnya karena masih adanya pandemi COVID-19.
3. Satker agar segera melaksanakan lelang apabila terdapat tambahan belanja modal agar penyerapan tidak terjadi pada akhir tahun anggaran;
4. KPPN dan Kanwil agar meningkatkan monitoring dan evaluasi belanja khususnya bagi Satker yang memiliki pagu yang besar tetapi tingkat realisasi masih rendah.
5. KPPN dan Kanwil agar membuat bimtek terkait pengelolaan keuangan baik secara rutin dan sistematik maupun yang sesuai dengan kebutuhan Satker.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar