#transportasi#lampung

Lampung Terapkan Penggunaan Angkutan Skema Buy the Service

( kata)
Lampung Terapkan Penggunaan Angkutan Skema <i>Buy the Service</i>
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (kanan) dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Bud Setyadi menandatangani MoU pengoprasian angkutan umum perkotaan.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus mendorong penggunaan angkutan umum yakni penerapan Skema Pembelian Layanan (Buy the Service/ BTS). Hal itu guna mengurangi dampak efek rumah kaca akibat kendaraan bermotor. Selain itu merubah pola di masyarakat agar menggunakan angkutan massal.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo mengatakan pada Jumat, 6 Desember 2019 lalu di Jakarta, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyepakati MoU Perencanaan Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan dengan Skema Batas dengan Pemerintah lima Kota Percontohan lainnya,

"Pusat memberikan bantuan 10 unit bus rapid transit (BRT, red) untuk bantuan transportasi. Nantinya akan digunakan disekitar Itera - UIN Raden Intan dan rute dalam kota, tapi rute dan operasionalnya akan kita bahas lagi bersama," katanya kepada Lampost.co, Minggu, 8 Desember 2019.

Ia menjelaskan program itu sesuai dengan visi-misi Pemprov Lampung terkait mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produksi dan konektivitas wilayah, dimana BRT bisa mengoneksikan transportasi antar wilayah. "Nanti mekanismenya akan kita rapatkan dengan Itera untuk pengelolanya, biasanya BUMD/BUMN seperti Damri misalnya," katanya.

Sebelumnya Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan penandatanganan tersebut bersama Pemerintah Kota Medan, Palembang, Surakarta, D.I. Yogyakarta dan Denpasar serta empat Pemerintah Daerah penerima bus bantuan BRT yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Lampung, Kota Pekanbaru dan Kota Palembang.

"Skema BTS ini pertama kali pilot project dan mohon pada Gubernur dan Walikota yang pertama kali menerima program ini untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh penyelenggaraan angkutan perkotaannya. Kami menyiapkan anggaran Rp250 miliar, mudah-mudahan tahun berikutnya bisa kita tambah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang telah banyak membantu kemajuan transportasi di Lampung. “Saya mengucapkan terimksih kepada bapak Menteri Perhubungan yang banyak menorehkan sejarah kemajuan transportasi di Lampung,” katanya.

 

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar