#pemprovlampung#beritalampung

Lampung Sesuaikan RPJMD dengan Situasi Covid-19

( kata)
Lampung Sesuaikan RPJMD dengan Situasi Covid-19
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Lampost.co/Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melakukan perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Revisi itu untuk menyesuaikan situasi terkini, yaitu di tengah pandemi covid-19.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan perubahan RPJMD bukan untuk mengubah visi dan misi pembangunan 2019-2024 yang ditetapkan sebelumnya. 

"Visi rakyat Lampung berjaya yang mengusung 6 misi dan 33 agenda kerja utama akan tetap menjadi arah dan acuan pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan," kata Arinal dalam Musrembang di Sheraton, Rabu, 15 September 2021. 

Namun, perubahan RPJMD untuk penyesuaian dari situasi dan kondisi saat ini yang berubah.

"Kami mementingkan kebutuhan dalam situasi yang berkembang. Apalagi menghadapi covid-19 pasti ekonomi menurun dan berdampak. Untuk itu kami sesuai terhadap pemulihan dan pertumbuhan ke depannya," jelasnya. 

Kepala Bappeda Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan perubahan RPJMD untuk memperbarui kebijakan pembangunan jangka menengah dalam 3 tahun ke depan yang holistik dan tematik.

Hal itu dilakukan secara integratif dan berbasis spasial berlandaskan inovasi sebagai tindak lanjut hasil evaluasi RPJMD serta dalam rangka upaya percepatan penanggulangan dan penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Perubahan RPJMD untuk menetapkan kebijakan pembangunan jangka menengah, menetapkan pedoman untuk penyusunan perubahan Renstra Perangkat Daerah, RKPD, dan penyusunan rancangan APBD sampai akhir periode RPJMD," katanya. 

Kemudian menetapkan pedoman penyusunan RPJMD dan RKPD kabupaten dan kota se-Lampung dan mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu antara perencanaan pembangunan nasional, provinsi dan kabupaten/kota serta dengan provinsi yang berbatasan.

"Perubahan RPJMD dilatarbelakangi guna mensinkronkan dan mengintegrasikan dengan RPJMN 2020-2024 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020," tegasnya. 

Sebab, di dalamnya terdapat perkembangan kebijakan nasional dan sejumlah proyek prioritas strategis nasional yang berlokasi di Lampung.

Selain itu, hasil evaluasi asumsi makro ekonomi serta capaian indikator kinerja utama dan indikator kinerja daerah urusan pemerintahan menunjukkan sebagian capaian indikator RPJMD Lampung 2019-2024 mengalami kontraksi ataupun capaian di bawah target yang ditetapkan sebagai dampak pandemi Covid-19.

"Adanya kebijakan nasional dan daerah terkait penanggulangan dan penanganan dampak pandemi Covid-19 sejak 2020 berakibat APBN dan APBD 2020 difokuskan pada penanggulangan dan penanganan dampak pandemi Covid-19, agar dampak ekonomi dan sosial dapat diminimalkan sampai keadaan bisa segera pulih," tutup dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar