koronawabahkoronacoronaviruszona

Lampung Selatan Masuk Zona Oranye Covid-19

( kata)
Lampung Selatan Masuk Zona Oranye Covid-19
Rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka menegakan protokol kesehatan pada masa pandemi covid -19, Senin, 23 November 2020, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel. Foto.Lampost.co/Juwantoro


KALIANDA (Lampost.co) -- Status Kabupaten Lampung Selatan kini masuk dalam kategori zona oranye Covid-19. Hal ini akibat terus bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Jimmy Banggas Hutapea dalam rapat koordinasi lintas sektoral, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, mengatakan hingga kini jumlah pasien konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 190 orang.

"Bahkan, kini sudah ada 29 orang tenaga kesehatan yang terpapar covid-19," ujarnya, Senin, 23 November 2020.

Menurutnya, ada kemungkinan kasus covid-19 akan terus bertambah dan tidak menutup kemungkinan Lampung Selatan masuk ke dalam zona merah. Sebab, sebagian besar masyarakat sudah tidak mau patuh lagi terhadap penggunaan masker, terlebih mematuhi protokol kesehatan berupa menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan air mengalir (3M).

"Maaf kalau saya berbicara menggunakan masker. Seharusnya berbicara itu memang menggunakan masker. Kita harus menganggap semua orang itu adalah orang tanpa gejala (OTG)," jelas Jimmy.

Dia pun beranggapan, sanksi yang diberikan masih kurang kurang efektif terhadap pelanggar protokol kesehatan, sesuai dengan peraturan yang ada. Sehingga, angka menyebaran covid -19 terus meningkat.

Jimmy mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan agar tidak terpapar covid-19. Hal ini cukup beralasan, mengingat seluruh kasur di ruang isolasi penanganan covid -19 di Lampung Selatan sudah penuh.

"Karena kasur isolasi sudah penuh. Maka,harapan kami kalau bisa jangan sampai terpapar. Melalui Tim Satgas  kami akan melakukan antisipasi untuk menyiapkan tempat di luar rumah sakit. Contoh, kalau di wilayah timur itu di Kalianda dan barat itu di Natar," katanya.

Menyikapi akan digelarnya Pilkada serentak Lampung Selatan 9 Desember 2020 mendatang, Jimmy mengingatkan pihak penyelenggaran agar tetap dapat mengedepankan protokol kesehatan.

"Pastikan prokesnya terjamin, jangan sampai ada klaster baru yakni klaster Pilkada," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan Ansurasta Razak, mengatakan dalam penyelenggaraan Pilkada semua petugas termasuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan dilakukan rapid test. KPU Lamsel juga akan menyiapkan sarana cuci tangan, masker, tinta tetes dan sarung tangan, disinipektan dan handsanitezer dalam Pilkada.

"Kami menyiapkan masker cadangan bagi pemilih yang lupa memakai masker. Ini dilakukan agar tidak menghilangkan hak pilihnya," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar