#BERITABANDARLAMPUNG#RAMADAN

Lampung Sai Gelar Blangikhan Sambut Ramadan

( kata)
Lampung Sai Gelar Blangikhan Sambut Ramadan
Sejumlah muli mekhanai yang melakukan Ritual Blangikhan di Taman Wisata Bumi Kedaton, Batu Putu, Telukbetung Utara,Bandar Lampung, Rabu, 7 April 2021 --(Foto: Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Untuk melestarikan adat dan budaya Lampung serta menyambut datangnya bulan puasa 1442 hijriah, DPP Lampung Sai menggelar acara adat Ritual Blangikhan di Taman Wisata Bumi Kedaton, Batu Putu, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Rabu, 7 April 2021

Kegiatan yang diawali dengan Tarian Kreasi Ketibung Assalam tersebut dihadiri oleh Sekda Provinsi Lampung Fakhrizal Darminto, Ketua DPP Lampung Sai Komjen (Purn) Sjachroeddin ZP, Ketua Harian DPP Rycko Menoza SZP, Wakil Ketua III Provinsi Lampung, Raden Muhammad Ismail, jajaran forkopimda, serta tokoh adat, dan tokoh masyarakat Lampung.

Ketua Umum Lampung Sai, Sjachroeddin ZP, mengatakan ritual adat Blangikhan ini telah menjadi tradisi adat Lampung sejak 1968 untuk menyambut bulan ramadan.

"Bersyukur didukung penuh pemerintah Lampung. Dan tradisi ini turun-temurun diwariskan nenek moyang suku Lampung. Secara harfiah, blangikhan  berarti mandi bersama untuk mensucikan diri dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadan,"katanya sebelum prosesi dimulai.

Mantan gubernur Lampung tersebut menjelaskan akan terus berupaya melestarikan adat Lampung. Bahkan, ia terus memperkenalkan adat Lampung salah satunya adat Blangikhan ke mancanegara.

"Tugas saya sebagai duta Indonesia untuk Kroasia sangat tepat salah satunya mempromosikan wisata di Indonesia dan juga adat budaya yang ada seperti adat Lampung," ujarnya.

Di sisi lain, Sekprov Lampung, Fahrizal Darmanto, mengatakan, pemerintah  Lampung mendukung penuh kegiatan tersebut, terutama untuk melestarikan adat budaya Lampung, serta terus meningkatkan sektor pariwisata.

"Pemerintah provinsi Lampung dukung penuh kegiatan, apalagi kegiatan positif ini bertujuan melesatrikan adat budaya lampung dan mengenalkannya sampi nasional bahkan mancanegara,"katanya.

Sebelum muli mekhanai atau bujang gadis turun ke sungai terlebih dahulu disiram kembang oleh sultan agung mangku negara atau ketua DPP Lampung Sai, Sjachroeddin ZP, ketua harian Rycko Menoza, dan Sekprov Lampung, Fahrizal Darmanto, serta forkopimda.

Setelah itu, para muli mekhanai dipersilakan untuk turun ke sungai membasahi seluruh badan pada aliran sungai. Tak lama kemudian, para tokoh adat dan forkopimda melepas ikan yang disediakan dengan harapan mendapatkan berkah di bulan ramadan. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar