lampungpostbukuDPRD

Lampung Post Luncurkan Buku Apa dan Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024

( kata)
Lampung Post Luncurkan Buku Apa dan Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024
Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain menunjukkan buku terbitan terbaru "Apa & Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024" yang dilaunching besok, Rabu, 16 Desember 2020, pukul 15.00 WIB. Ist


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Surat Kabar Harian Umum Lampung Post kembali meluncurkan buku ketiga tentang profil para anggota Dewan yang ada di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Lampung, dan DPRD Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Tahun ini Lampung Post hadir dengan buku terbitan terbaru "Apa & Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024" yang dilaunching besok, Rabu, 16 Desember 2020, pukul 15.00 WIB, secara virtual live zoom dan youtube Metro Tv Lampung.

Acara launching tersebut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, serta seluruh Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota di Lampung. Dalam rangkaian launching tersebut juga diadakan diskusi dengan tema "Parlemen Cegah Covid-19" dengan narasumber Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, dan Akademisi FISIP Unila Arizka Warganegara.

Buku Apa dan Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024 ini merupakan buku tentang wakil rakyat ketiga kalinya diterbitkan Lampung Post. Buku tentang para pejuang aspirasi rakyat ini pertama kali terbit pada 2010, berlanjut 2015, kemudian tahun ini. Dengan diterbitkan buku ketiga wakil rakyat Lampung oleh Lampung Post sebagai bahan referensi bagi masyarakat guna mengetahui visi dan misi wakilnya, juga bahan bacaan di kalangan politikus untuk pengayaan dunia pendidikan politik, dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Direktur Utama PT Masa Kini Mandiri, penerbit Surat Kabar Harian Umum Lampung Post, Abdul Kohar mengatakan, peluncuran buku ini memiliki makna merawat tradisi baik dan ikhtiar untuk kian mendekatkan para wakil rakyat dengan rakyatnya. Disebut 'merawat tradisi baik' karena bagaimanapun ini adalah upaya Lampung Post untuk kali ketiga, setelah tahun 2010 dan 2015, menerbitkan buku untuk jadi referensi ihwal salah satu cara penting dan bagi rakyat untuk kian mengenali para wakilnya, baik di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota.

"Buku masih selalu menjadi medium efektif untuk menajamkan dan memanjangkan ingatan. Buku ini juga bisa menjadi warisan penting bagi masyarakat Lampung tentang jejak demokrasi di Republik ini serta jejak para wakil rakyat. Kami sepakat bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang boleh pintar setinggi langit, tapi kalau tidak menulis maka ia akan hilang dari sejarah," kata Abdul Kohar.

Sedangkan yang dimaksud 'mendekatkan rakyat dengan para wakilnya' amat jelas bahwa tidak semua rakyat, konstituen, bisa bersentuhan langsung dengan para wakilnya. Buku ini menjadi medium untuk 'menyentuh' para wakil rakyat secara tidak langsung serta memperluas daya jangkau publik terhadap rakyat.

Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain mengatakan, buku ini juga menjadi alat kontrol bagi publik terhadap wakilnya yang ada di parlemen dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019. Pemilu 2019 yang dilaksanakan tahun lalu menjadi tonggak sejarah kepemiluan Indonesia. Sebab, untuk pertama kalinya pemilu dilaksanakan secara bersamaan. Keserentakan pileg dan pilpres tersebut diatur dalam Pasal 167 Ayat (3) UU No. 7/2017 yang pelaksanaannya diatur dalam Pasal 1 dan Pasal 2 UU Pemilu.

Pemilu serentak ini terpilih wakil rakyat yang sungguh-sungguh bisa menyerap aspirasi masyarakat di wilayahnya masing-masing. Terlebih penyelenggaraan pemilu serentak ini diwarnai gugurnya 894 petugas yang bertugas dalam pesta demokrasi. Mereka gugur akibat beban kerja yang teramat berat. Untuk itu, harus ada kesungguhan dari pemerintah dan anggota parlemen untuk tidak terjebak dalam permainan politik yang oportunis dan pragmatis. Jangan sampai pengorbanan yang diberikan para anumerta pesta demokrasi itu menjadi sia-sia. Pengorbanan mereka tak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan dalam penyelenggaraan pemilu pada 17 April 2019.

Prinsip demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dapat dilihat dalam kegiatan pemilihan umum. Prosesi pemilihan umum sebagai salah satu perwujudan sarana kehidupan politik bagi warga negara yang menjadi pilar kedua sistem demokrasi yang disebutkan dalam buku Robert Dahl, Polyarchy: Participation and Oposition (2011). Rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi memiliki hak sebagai warga negara untuk menyalurkan hak-hak politiknya melalui pemilu, peran dan partisipasi rakyat ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai demokrasi masih berjalan dengan baik. 

"Alhamdulillah atas nama manajemen mengucapkan terimakasih atas semua pihak yang telah mensukseskan buku Apa dan Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024," kata Iskandar Zulkarnain

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut gembira penerbitan buku Apa dan Siapa 714 Wakil Rakyat Lampung 2019-2024. Semoga buku ini bisa menjadi bahan bacaan rakyat untuk mengenal wakilnya. Selain itu, juga menjadi tolok ukur rakyat untuk mengevaluasi kepercayaan anggota Dewan. Wakil rakyat yang mengabdikan diri di DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota menjadi mitra yang sejajar dalam pelaksanaan serta pengawas pembangunan bagi pemerintah dalam rangka menuju Lampung yang maju dan sejahtera.

"Lampung Post sebagai salah satu bacaan referensi pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah berupaya membangun literasi. Lampung Post harus makin kuat kajian intelektualnya melalui karya-karya bukunya yang telah diterbitkan, termasuk buku ini. Dengan demikian, kedepan Provinsi Lampung makin tumbuh, berkembang, dan maju," kata Gubernur Arinal.

Winarko







Berita Terkait



Komentar