#ekonomilampung#pertanian

Lampung Perluas Pasar Domestik Komoditas Pertanian

( kata)
Lampung Perluas Pasar Domestik Komoditas Pertanian
Ilustrasi. Antara Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung memperluas pasar perdagangan komoditas pertanian secara domestik. Dimana dalam rencananya Pemprov Lampung akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain.

"Tahun 2022 ini penyerapan produk hortikultura dan pertanian di Lampung tidak hanya berorientasi ekspor tapi memenuhi pasar domestik juga karena masih banyak daerah lain yang membutuhkan pasokan komoditas dari sini," kata Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, Selasa, 4 Januari 2021.

Menurutnya, untuk memperluas pasar domestik pihaknya akan melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai provinsi.

"Pemprov Lampung akan coba jajaki kerjasama dengan skema Government to Government, seperti di Jawa Timur misalnya, peluang pasar kita ada sekitar 70 persen untuk memenuhi permintaan akan komoditas hortikultura," katanya.

Ia juga mengatakan, untuk produk dari hasil perkebunan direncanakan akan diolah secara langsung di Lampung, sebagai upaya mengurangi penjualan bahan mentah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dicoba untuk mengurangi penjualan barang mentah, seperti kopi tidak semua dijual dalam bentuk biji hijau tapi sudah di olah menjadi bubuk kopi, ini dilakukan agar ada nilai tambah penjualan bagi petani," katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah pun membuka peluang bagi pelaksanaan kerjasama dalam hal pendampingan dan pengelolaan hasil pertanian di daerahnya.

"Dibuka juga peluang untuk melakukan pendampingan ataupun pembuatan pabrik pengolahan dengan syarat harus didirikan di Lampung, jadi komoditas yang dijual bentuknya olahan bukan mentah," ujarnya.

Ia menerangkan, jika Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil produk pertanian pada triwulan II 2021 pertumbuhan ekonominya ditopang oleh sektor pertanian, perikanan dan kehutanan yang tumbuh positif sebesar 0,31 persen meningkat dibanding triwulan I 2021 yang minus 1,73 persen.

Winarko







Berita Terkait



Komentar