#Covid-19Lampung#genose#JTTS

Lampung Pasang GeNose di Jalan Tol dan Pelabuhan

( kata)
Lampung Pasang GeNose di Jalan Tol dan Pelabuhan
Petugas melakukan simulasi pemeriksaan GeNose C-19 di Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol PT Hutama Karya akan bersinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Bakauheni mengenai penerapan penggunaan alat deteksi covid-19 atau GeNose C-19 untuk masyarakat yang keluar masuk Provinsi Lampung melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung, dan Pelabuhan Bakauheni.

Branch Manager Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar PT Hutama Karya (Persero), Hanung Hanindito mengatakan untuk pemeriksaan GeNose C-19 untuk pengendara yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT ASDP.  Hal tersebut dikarenakan garda terdepan pintu masuk di Lampung dari Jawa ada di Pelabuhan Bakauheni.

"Rencananya ASDP akan melakukan tes di rest area. Kami ada alatnya, tapi karena kami bukan orang kesehatan, kami belum bisa tes keluar," kata Hanung kepada Lampost, Kamis, 22 April 2021.

Kemudian ia mengatakan mengenai kesiapan jalan tol untuk menghadapi arus pengendara pada libur Idulfitri 1442H/2021M pihaknya mengoptimalkan pelayanan.

"Kesiapan kami seperti biasa. Petugas dan rest area, dan juga pos pengamanan. Untuk tes genose, dari pelabuhan sudah menyediakan tes tersebut," katanya 

Sebelumnya Branch Manager PT Hutama Karya Ruas Tol Terbangi Besar, Pematang Panggang dan Kayu Agung (Terpeka), Yoni Satyo Wisnuwardono melakukan antisipasi potensi banjir pemudik yang lalu lalang diperbatasan Lampung - Sumatera Selatan. Apalagi saat ini Provinsi Lampung masuk dalam kategori perluasan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) sampai 3 Mei 2021. Kemudian pada 6-17 Mei 2021 peniadaan mudik Idulfitri.

"Kita melakukan simulasi pemeriksaan GeNos C-19. Sebenarnya itu alatnya untuk kebutuhan internal di kantor kita, tapi tidak apa digunakan untuk pemeriksaan pengendara yang berkendara di ruas tol kita. Kita juga akan mengeluarkan surat hasil tes GeNos C-19 yang hanya berlaku sehari untuk diruas jalan kita. Bila hasilnya positif covid-19 kita akan lakukan penanganan bersama tim medis," katanya.

Sementara itu Satgas Covid-19 resmi memperluas masa larangan mudik lebaran. Hal itu tercantum dalam addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idulfitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadan.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, addendum atau tambahan klausul SE tersebut memperketat persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei). Sementara, masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap diberlakukan.

Untuk transportasi darat/pribadi wajib menunjukan surat negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum berangkat atau, negatif tes GeNose C-19 di rest area. Sementara untuk transportasi udara, laut, dan kereta api menunjukan surat negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum berangkat atau, negatif tes GeNose C19 di bandara sebelum berangkat. Kemudian mengisi e-HAC atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan dalam digital.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar