#pertanian#kedelai

Lampung Pacu Produktivitas Kedelai Lokal Gandeng Gapoktan

( kata)
Lampung Pacu Produktivitas Kedelai Lokal Gandeng Gapoktan
Gapoktan Mitra Tani, Pekon Ulok Manik, Kabupaten Pesisir Barat melakukan panem perdana kedelai. (Foto:Dok.Disperta)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung terus memacu produktivitas kedelai lokal petani di Lampung dengan menggndeng gabungan kelompok tani (Gapoktan). Seperti di Pesisir Barat, Gapoktan Mitra Tani, Pekon Ulok Manik, Kecamatan Pesisir Selatan berhasil memanen kedelai di luas lahan 12,5 Ha dengan hasil produksi 10 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan jajarannya bersama Gapoktan Mitra Tani Pesisir Barat melakukan panem perdana kedelai pada Sabtu, 6 November 2021. 

Kedelai yang ditanam merupakan bantuan pemerintah dari hasil kegiatan Satker APBN Tugas Pembantuan Satker Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung tahun 2021 dengan Varietas Anjasmoro.

"Usaha tani kedelai diharapkan terus dikembangkan selain menghasikan kedelai untuk konsumsi dianjurkan juga petani mulai memproduksi kedelai untuk menjadi benih sehingga kebutuhan benih kedelai di Kabupaten Pesisir Barat dapat terpenuhi," katanya, Minggu, 7 November 2021.

Ia mengatakan untuk lokasi Kabupaten Pesisir Barat dengan total luasan lahan sebesar 1.006 Ha di 8 kecamatan dengan fasilitasi paket berupa benih kedelai Varietas Anjasmoro, pupuk NPK nonsubsidi, herbisida, Rhizobium, dan pupuk hayati cair. 
Berdasarkan ubinan yang dilakukan penyuluh pertanian setempat diperoleh produktivitas sebesar 0,8 ton/ha. Luasan panen kedelai di wilayah Pesisir Selatan ini seluas 132 ha yang dibagi kepada 11 Kelompok tani/Gapoktan di 3 Desa. 

"Kedelai di Kabupaten Pesisir Barat akan memasuki masa panen raya pada bulan akhir November sampai dengan Desember 2021. Rencananya akan bekerjasama dengan pengusahan tahu tempe untuk membeli hasi panen petani," katanya.

Ia mengajak petani memanfaatkan lahan pertanian yang ada, jangan sampai ada lahan yang dibiarkan bero (tidak ditanami). Beberapa waktu yang lalu telah dilakukan  Perjanjian Kerja sama  antara Puskopti Lampung dan petani kedelai Lampung tentang pemasaran/pembelian kedelai dengan harga minimal ditingkat petani Rp7500/kg.

Koordinator Bidang Usaha Tempe Tahu FKDB, Erick Teguh Herwinda mengatakan Gerakan Panen Raya Kedelai di Kabupaten Pesisir Barat oleh Gapoktan Mitra Tani Pekon Ulon Manik yang juga didukung Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) terus dipacu produktifitasnya. Kondisi fisik kedelai saat dilihat tadi cukup baik. Pihaknya sangat konsen mengenai kualitas dan produktifitas budidaya kedelai karena akan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Tadi sudah ada kesepakatan antara FKDB dan Ketua Gapoktan bahwa semua hasil panen kedelai di Wilayah Pesisir Barat akan di beli oleh FKDB dengan spesifikasi yang sdh disepakati bersama," katanya.

Kemudian pihaknya juga mengajak Gapoktan untuk terus menanam kedelai dalam pemanfaatan lahan tidur karena jaminan pasar sudah jelas. Kedepan apabila kualitas kedelai sudah membaik, maka akan dilakukan sertifikasi Non-GMO untuk bahan baku tempe ekspor. 

 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar