KecelakaanMautKecelakaanLalulintaskeretaapi
Kecelakaan Kereta

Lampung Kategori Tinggi Kecelakaan di Pelintasan KA

( kata)
Lampung Kategori Tinggi Kecelakaan di Pelintasan KA
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberikan penghargaan kepada petugas penjaga pintu palang kereta api. Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Balai Teknik Perkereta Apian Wilayah Sumbagsel menyebutkan angka kecelakaan di Lampung masuk kategori tinggi. Periode Januari-Oktober 2019 tercatat ada 29 kecelakaan, 11 di antaranya meninggal.

Kepala Balai Teknik Perkereta Apian Wilayah Sumbagsel Made Suartika mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan. Salah satunya terus menyosialisasikan bahwa perlintasan kereta tergolong jalan rawan. Warga agar waspada.

"Sosialisasi dipusatkan di JPL 91, 93, dan 96 Lampung Utara. Jalur ini tidak ada palang pintu, namun dijaga," kata Made Suartika, Kamis, 31 Oktober 2019.

Made Suartika juga mewanti-wanti warga tidak sembrono membuka perlintasan kereta api. Pemerintah kini terus berupaya membangun fasilitas perlintasan, seperti flyover dan underpass untuk menjamin keselamatan masyarakat.

"Kami bersama PT KAI dan Pemprov Lampung melakukan apresiasi pada petugas penjaga perlintasan yang telah meluangkan waktunya dan bekerja keras jangan sampai kecelakaan diperlintasan terjadi sia-sia," ujar Made Suartika.

Upaya pencegahan ini pihaknya melibatkan baik pemerintah dan swasta hingga kelompok masyarakat  untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak  membuka perlintasan sendiri karena bisa dikenakan sanksi hukum.

"Di Lampung juga telah berkomitmen setiap bulan akan menutup satu titik perlintasan ilegal, salah satunya di Lampura akan ditutup Sabtu besok," kata dia. 

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Dinas Perhubungan Kabalai Perkereta Apian, PT KAI dan sejumlah pihak.

Winarko



Berita Terkait



Komentar