#pariwisata#liburan#Sumsel

Lampung Kebanjiran Wisatawan Asal Sumsel

( kata)
Lampung Kebanjiran Wisatawan Asal Sumsel
Dok Lampost.co

Kota Agung (Lampost.co) -- Petang itu, dibawah kemilau cahaya matahari yang menguning di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai, kendaraan SUV bewarna putih berjalan lamban menghitung satu persatu kelokan yang ada di depannya.

Perlahan tapi pasti, mobil tersebut terus bergerak mencari jalan arah tujuannya. Samar-samar plat kendaraan dengan pangkal BG terlihat semakin jelas mendekat. Kendaraan berhenti dan tampak pria setengah baya duduk disampingnya supir. Dahinya berkerut dan tatapannya serius memandangi seluler.

Anaknya yang mengendarai turun dari mobil dan menghampiri sekelompok penduduk setempat. Sementara keluarganya tetap berada di dalam kendaraan tersebut.

Dia menanyakan jalan menuju Teluk Kiluan dan pantai Gigi Hiu yang terletak diujung Kabupaten Tanggamus. "Apakah benar ini jalan ini menuju ke Teluk Kiluan, Kelumbayan," tanyanya kepada salah satu warga, Kamis, 26 Desember 2019.

Kompak sejumlah warga yang tengah bersantai ini mengiyakan. Setelah beberapa lama tanya jawab diketahui jika dirinya baru mencapai setengah perjalanan. Masih perlu sekitar 2 jam perjalanan lagi dari Kabupaten Pesawaran.

Sejak dibukanya tol Sumatera, sejumlah lokasi wisata pantai dan pegunungan Lampung dibanjiri oleh wisatawan asal Sumatera Selatan. Kedatangan wisatawan ini tentu saja membawa berkah tersendiri bagi pengelola tempat wisata dan pedagang kecil di sekitar lokasi.

Menurut Eki wisatawan asal Celentang, Palembang, kini perjalanan Palembang-Lampung dapat ditempuh hanya dengan waktu sekitar 3 jam. Disamping itu dengan belum diberlakukannya tarif dari BUMN menjadikan pengendara dapat melewati jalan tol dengan biaya yang sedikit.

Tak heran kendaraan dengan Nomor Polisi (Nopol) BG berseliweran di bumi Lampung pada masa liburan sekolah tahun ini.

Andika (34) pedagang makanan ringan di Kiluan mengatakan bahwa pendapatannya meningkat drastis pada tahun ini. Hal ini disebabkan banyaknya wisatawan asal Sumsel yang kehabisan bekal dan ingin mencicipi makanannya.

"Omzet saya meningkat 200 persen dari biasanya. Banyak wisatawan dari luar daerah yang datang," katanya.

Pantai Gigi Hiu, Kelumbayan menyajikan pemandangan bentukan alam yang luar biasa. Hal ini sangat jarang ditemukan di tempat wisata pantai mana pun. Semua pelancong dari mana pun pasti tergoda untuk mengambil gambar di pantai ini. Menuju lokasi ini tidak membutuhkan waktu lama dari pusat desa Kiluan Negeri, Kelumbayan.

Demikian juga dengan Teluk Kiluan yang digadang-gadang sebagai komunitas Lumba-lumba terbesar di Asia Tenggara. Kepuasan wisatawan akan semakin menjadi ketika mengunjungi pulau-pulau yang menyediakan peralatan Snorekling. Hanya saja, potensi besar ini dinilai belum dimaksimalkan fasilitasnya oleh masyarakat Lampung.

"Saya mengetahui tempat ini dari teman yang pernah berkunjung kesini bersama keluarganya," kata Eki.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar