#lampung

Lampung Ikuti SK Kementan soal Pupuk Subsidi

( kata)
Lampung Ikuti SK Kementan soal Pupuk Subsidi
Asisten II Bidan Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi saat diwawancarai di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin, 20 Juni 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung mengatakan hingga kini pihaknya terus mengikuti surat keputusan Kementerian Pertanian (SK Kementan) ihwal penggunaan jenis pupuk subsidi hingga ada konfirmasi secara resmi dari Kementan. 


Hal tersebut dilakukan usai keluarnya Surat Direktur Pupuk dan Pestisida Kepada Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Nomor : B.133.1/SR.320/B.5.2/03/2022 pada 14 Maret 2022. Adapun jenis komoditas dan pupuk subsidi tersebut akan diterapkan pada Juli 2022.

"Dalam surat tersebut disebutkan jenis komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi rakyat, dan kakao rakyat. Sementara pada Juli nanti jenis pupuk bersubsidi menjadi dua yakni Urea dan NPK. Sebelumnya ada enam," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi, di kantor gubernur Lampung, Senin, 20 Juni 2022.

Meski SK Direktur telah dikeluarkan, Pemprov Lampung masih mengacu pada SK Menteri Pertanian Nomor 771/KPTS/SR.320/M/12/2021 pada 30 Desember 2021 dimana Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2022. Disebutkan masih ada enam jenis pupuk masuk Provinsi Lampung. 

Tercatat hingga 31 Mei 2022, pupuk subsidi urea alokasinya 285.405 ton, terealisasi 127.637,79 ton (44,72%). SP-36 alokasi sebanyak 40.328 ton, realisasi 16.846,59 ton (41,77%). Kemudian, ZA alokasi sebanyak 21.434 ton, realisasi 7.056,73 ton (32,92%). NPK alokasi 178.036 ton, realisasi 91.859,47 (51,6%). Organik alokasi 25.470 ton, realisasi 4.502,25 ton (17,68%). Secara total sudah tersalurkan 37,73%.

Selain itu, petani penerima pupuk bersubsidi tahun 2022 sebanyak 806.809 petani terbagi diantaranya Lampung Tengah 183.481 petani, Lampung Timur 155.680 petani, Lampung Selatan 92.324 petani, Waykanan 55.527 petani, Lampung Utara 54.105 petani.

Kemudian, Tanggamus 44.215 petani, Pesawaran 36.215 petani, Pringsewu 35.793 petani, Tulangbawang 35.793 petani, Mesuji 33.498 petani, Lampung Barat 31.010 petani, Tulangbawang Barat 26.139 petani, Pesisir Barat 17.235 petani, Metro 5.314 petani dan Bandar Lampung 906 petani. 

"Terlihat masih ada pergerakan baik alokasi, realisasi, maupun penerima pupuk subsidi dari pemerintah. Namun, tetap kami akan konfirmasi dahulu kebenaran SK pupuk subsidi hanya dua jenis. Karena kalau sampai sekarang kami masih berpegang dengan SK Kementan," ujar Kusnardi. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar