#gerbangsumatera#tajuklampungpost#embarkasihaji

Lampung Gerbang Dunia

( kata)
Lampung Gerbang Dunia
Foto: Dok/Google Image


DAERAH yang menjadi embarkasi haji tentu mempunyai dampak positif. Menjadi daerah keberangkatan haji dan umrah, berarti daerah itu dapat menjadi salah satu tujuan penerbangan luar negeri karena dilengkapi Bandara internasional.

Keberadaan bandara internasional tentu dapat menunjang sektor lain berkembang. Mulai dari pariwisata, produksi sumberdaya alam, hingga mendatangkan investasi daerah.

Untuk itu lah, Lampung ngotot mewujudkan Bandar Udara (Bandara) terbesar di daerah itu menjadi Bandara Embarkasi Haji. Apalagi, setiap tahun jemaah calon haji asal Lampung cukup besar.

Teranyat, kuota haji Lampung untuk 2019 mencapai 7.074 jemaah yang berangkat dari Lampung. Jumlah itu sebanding dengan jemaah embarkasi Padang pada tahun yang sama sebanyak 7.042, berasal dari dua provinsi Sumbar dan Bengkulu.
Apalagi keberadaan bandara embarkasi itu bakal memberi manfaat lain untuk mewujudkan visi daerah sebagai Lampung Berjaya.

 Seperti yang digaungkan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, sejumlah misi untuk kesejahteraan bersama. Selain misi meningkatkan pemerataan kualitas pelayanan publik, juga meningkatkan konektivitas wilayah.

Dengan gerak cepat Pemprov pun mewujudkan bandara embarkasi haji itu dengan mendorong PT Angkasa Pura (AP) II mengelola Badara radin Inten II. Rencananya pada 30 Oktober 2019 menjadi uji penerbangan internasional pertama dengan memberangkatkan jemaah umrah asal Lampung. Jemaah akan menuju Jeddah, Arab Saudi, walaupun sempat ransit dahulu di India menggunakan Maskapai City Link.

Dengan uji coba itu, maka selangkah lagi bandara Radin Inten II Branti Lampung itu menjadi embarkasi haji penuh 2020. Maka Provinsi Lampung menjadi Gerbang Dunia menuju Indonesia terwujud, sebab jalur laut dengan Pelabuhan internasional sudah lebih dulu beroperasi di Lampung. Pelabuhan Ekpor/Impor Panjang Lampung telah lama beroperasi.

Namun menjaid gerbang dunia, tentu akan menimbulkan sejumlah problem. Selain jalur keluar masuk barang produksi ilegal tanpa cukai, potensi penyelundupan natkotika dari negara luar tentu juga mengancam anak muda. Sebab dengan mudahnya barang itu masuk dan mengotori pikiran generasi muda di Lampung.

Untuk itu, tinggal kesigapan aparat keamanan yang menjadi kunci kesiapan Lampung menjadi Gerbang Dunia. Selain peralatan yang modern, kejelian dan integritas aparat yang bisa membuat batas verboden seluruh barang yang merusak itu datang.
Kesiapan petugas untuk memfasilitasi orang beribadah haji dan umrah, harus juga diimbangi petugas yang menjaga barang haram masuk. Jangan sampai niat mewujudkan Lampung sebagai gerbang dunia justru menjadi gerbang kerusakan moral generasi.

Tim Redaksi Lampung Post







Berita Terkait



Komentar