#defisitlistrik#pln#energilistrik#beritalampung

Lampung Defisit Listrik Hingga 400 MW

( kata)
Lampung Defisit Listrik Hingga 400 MW
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung Fredy. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co): Provinsi Lampung masih mengalami defisit daya listrik mencapai 350-400 mega watt (MW). Bahkan untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut, Provinsi Lampung dibantu oleh Sumatra Selatan melalui jaringan transinterkoneksi Sumatera Selatan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Lampung, Fredy mengatakan untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Provinsi Lampung melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat diseluruh penjuru Bumi Ruwai Jurai.

Dimasa kepemimpinan Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunnia Chalim pihaknya terus melakukan trobosan-terobosan untuk menyelesaikan persoalan tersebut seperti perlu dibangun tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sudah dibicarakan bersama Menteri ESDM dan PT Bukit Asam. Selain itu, direncanakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berlokasi di Gedong Wani.

Ia mengatakan kebutuhan listrik Lampung dengan beban puncak mencapai 930 MW dan cadangan daya 327 MW. Sedangkan kemampuan pembangkit di Provinsi Lampung saat ini 868 MW sehingga defisit sebesar 350-400 MW. 

"Defisit kebutuhan energi dipenuhi dari interkoneksi pembangkit dari Sumsel," katanya kepada Lampung Post, Jumat, 21 Februari 2020.

Dia mengatakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut Pemprov Lampung menjalin kerja sama dengan PT Bukit Asam untuk menbangun PLTU di Lampung.

"Tindaklanjutnya Pemprov telah mengusulkan rencana tersbut masuk dalam RUPTL Kementerian ESDM," kata mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan itu.

Baca juga:

Warga Telukbetung Mengeluh Listrik Padam 4 Kali Sehari

Dia mengatakan untuk PLTSa telah dilakukan kesepakatan dengan investor. Saat ini Pemprov Lampung sedang mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk dimasukkan kedalam revisi Perpres 38 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan PLTSa karena akan mendapatkan keuntungan bantuan pengelolaan sampah dan mendapat harga penjualan listrik kepada PLN yang tinggi.

"Investor akan melakukan studi dan selanjutnya akan membuat masterplan. Pembangunan dimulai tergantung perencanaan masterplannya, kalau cepat selesai ya dilanjut sesuai tahapannya," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar