#ekbis#minyakgoreng

Lampung Dapat Alokasi 1 Juta Liter Minyak Goreng Buat Operasi Pasar

( kata)
Lampung Dapat Alokasi 1 Juta Liter Minyak Goreng Buat Operasi Pasar
Pedagang minyak goreng curah di  Pasar Tamin Bandar Lampung, Minggu, 16 Januari 2022. Harga minyak goreng curah dijual Rp.20 ribu/kg dan harga minyak goreng kemasan dijual Rp39 ribu/2 liter. (Foto:LAMPUNG POST/SUKISNO)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin distribusi 1,2 miliar liter minyak goreng mulai pekan ini. Di Lampung, Pemerintah Provinsi akan menyalurkan 1 juta liter/bulan selama 6 bulan keseluruh daerah.

Stabilisasi pasokan dan harga sangat penting mengingat minyak goreng menjadi hajat hidup orang banyak, kenaikan harga terus berjalan dan awal April 2022 sudah memasuki Ramadan.

Sesuai perkembangan laporan harian harga pangan di Provinsi Lampung, harga minyak goreng terus naik. Pada 2021 minyak goreng curah mulai Rp15.650 menjadi Rp.19.500 saat ini 2022. Sementara minyak goreng kemasan bermerk mulai Rp14.950 menjadi Rp18.800.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Ummihani mengatakan menindaklanjuti arahan Kementerian, maka pihaknya siap menggelar operasi pasar minyak goreng. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat agar mendapatkan harga minyak goreng dengan harga yang lebih murah karena disubsidi oleh pemerintah pusat. Operasi pasar akan diselenggarakan diberbagai lokasi yang nantinya akan bekerjasama dengan PT. Tunas Baru Lampung untuk diseluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

"Ada 1 juta liter minyak goreng setiap bulannya yang akan didistribusikan keseluruh Kabupaten/Kota. Pelaksanaannya akan bertahap, beberapa bulan kedepan," katanya Minggu, 16 Januari 2022

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Muhammad Zimmi Skil menambahkan Lampung mendapatkan alokasi 6 juta liter minyak goreng. Penyalurannya setiap bulan mendapatkan 1 juta liter selama 6 bulan. Pada tahap awal, pihaknya sudah meluncurkan 2.400 liter saat operasi di Pasar Kangkung Bandar Lampung, Jumat, 14 Januari 2022 kemarin dengan harga Rp14.000/liter dan setiap orang hanya boleh membali 2 liter saja.

"Senin, 17 Januari 2022 ini kami melakukan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait untuk mapping pembagian minyak goreng disetiap Kabupaten/Kota untuk pelaksanaan operasi pasar guna stabilisasi harga minyak goreng di masyarakat. Nantinya 15 Kabupaten/Kota yang akan melakukan pemetaan dimana spot yang membutuhkan," katanya.

Ia mengatakan kuota 1 juta liter minyak goreng untuk 15 Kabupaten/Kota sudah termasuk banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Perdagangan terus mensuport dan berupaya menstabilkan harga-harga guna membantu masyarakat.

"Tujuan operasi pasar agar bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng seluruh masyarakat Lampung. Harapan kedepan Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan anggaran kepada Dinas Perdagangan masing-masing yang dimasukan dalam DIPA untuk melaksanakan operasi pasar dan memberikan subsidi terhadap komoditi pokok masyarakatnya," katanya.

Sebelumnya Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan berdasarkan analisa permasalahan yang dilakukan, diketahui bahwa kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh perkembangan harga produsen crude palm oil (CPO) dunia.

Diprediksi kenaikan harga CPO dunia akan terus mengalami kenaikan hingga kuartal I tahun 2022. Selain harga CPO internasional yang terus mengalami kenaikan. Kenaikan minyak goreng juga dikarenakan turunnya panen sawit pada tahun 2021. Sebagaimana diketahui sepanjang tahun 2021 cukup banyak lahan sawit di Indonesia yang mengalami peremajaan sehingga berdampak pada menurunnya hasil produksi Nasional. 

"KPPU akan terus melakukan pemantauan pergerakan harga CPO dunia untuk mencermati pengaruhnya terhadap perkembangan minyak goreng Nasional," katanya

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar