#kekerasananak

Lampung Catat 2.062 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sejak 2017

( kata)
Lampung Catat 2.062 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Sejak 2017
Ilustrasi diunduh Rabu, 3 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sejak 2017 tercatat sebanyak 2.062 kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi di Lampung. Kasus ini tersebar di 15 kabupaten/kota. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, di mana kejadian terjadi hampir di seluruh daerah. 

Tercatat sejak 2017 hingga 2021 terdapat 191 kasus yang terbagi diantaranya Bandar Lampung sebanyak 469 kasus, Metro 77 kasus, Lampung Barat 44 kasus, Lampung Selatan 125 kasus, Lampung Tengah 156 kasus. Selanjutnya, Lampung Timur sebanyak 144 kasus, Lampung Utara 83 kasus, Mesuji 32 kasus, Pesawaran 91 kasus, Pesisir Barat 46 kasus, Pringsewu 121 kasus, Tanggamus 166 kasus, Tulangbawang 119 kasus, Tulangbawang Barat 156 kasus, dan Waykanan 107 kasus. 

"Dengan rincian per tahunnya untuk 2017 sebanyak 192 kasus, 2018 sebanyak 261 kasus, 2019 sebanyak 386 kasus, 2020 sebanyak 406 kasus, 2021 sebanyak 681 kasus dan untuk 2022 belum seluruhnya karena terdata hingga April sebanyak 137 kasus," kata Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, melalui telepon, Rabu, 3 Agustus 2022.

Dia menjelaskan dari kasus tersebut terdapat korban yang telah dicatat dari 2017 hingga 2022. Tercatat pada 2017, sebanyak 196 korban, 2018 sebanyak 300 korban, 2019 sebanyak 439 korban, 2020 sebanyak 485 korban, 2021 sebanyak 753 korban, dan 2022 sebanyak 165 korban. Adapun total keseluruhan sebanyak 2.338 korban. 

Perinciannya, tiap kabupaten/ kota sejak 2017-2021 yakni Bandar Lampung 498 korban, Metro 80 korban, Lampung Barat 57 korban, Lampung Selatan 146 korban, Lampung Tengah 160 korban, Lampung Timur 151 korban dan Lampung Utara 84 korban. 

Selanjutnya untuk Mesuji 36 korban, Pesawaran 113 korban, Pesisir Barat 48 korban, Pringsewu 162 korban, Tanggamus 157 korban, Tulangbawang 121 korban, Tulangbawang Barat 231 korban dan Waykanan 129 korban. 

Baca juga: Empat Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Lambar pada 2022

Sementara itu, pihaknya mencatat terdapat sejumlah kejadian di tempat. Diantaranya ada enam tempat kejadian yakni rumah tangga 447 kasus dengan korban 472 orang. 

Selanjutnya di tempat kerja sebanyak 9 kasus dengan 9 korban, sekolah sebanyak 39 kasus dengan 56 korban, fasilitas umum sebanyak 82 kasus dengan 107 korban, lainnya 104 kasus dengan 60 korban. 

"Adapun total dari 7 tempat kejadian yakni 681 kasus dengan 753 korban," ujar dia. 

Sementara itu, untuk jumlah korban terbagi menjadi dua yakni dewasa dan anak-anak. 

"Untuk anak-anak sebanyak 543 orang yang terdiri dari 83 laki-laki dan 460 perempuan dan untuk dewasa 210 orang," paparnya. 

Selanjutnya terdapat 7 jenis kekerasan yang terjadi diantaranya fisik sebanyak 244, psikis sebanyak 299, seksual sebanyak 510, eksploitasi 6, trafficking 14, penelantaran 25, dan lainnya 58.

"Sehingga total kekerasan dari 7 jenis ini adalah sebanyak 1.086 orang," tutup dia.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar