#telur#peternakan

Lampung Bakal Dapat 1.000 Ton Jagung untuk Pakan Ayam Petelur

( kata)
Lampung Bakal Dapat 1.000 Ton Jagung untuk Pakan Ayam Petelur
Salah satu petani yang sedang menjemur jagung. Foto: Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung diperkirakan akan mendapat 1000 ton jagung untuk pakan ayam petelur guna membantu peternak memenuhi kebutuhan pakan. Hal tersebut menindaklanjuti adanya arahan Presiden Joko Widodo yang akan menggelontorkan jagung sebanyak 30 ribu ton kepada para peternak ayam petelur.

Saat ini, para peternak ayam petelur mengeluhkan mahalnya harga jagung untuk pakan hingga Rp6.000 per kg, sementara harga jual telur justru anjlok. Hal ini membuat para peternak ayam petelur rugi besar. Untuk membuat harga jagung turun, Jokowi bakal menyiapkan jagung 30 ribu ton untuk harga Rp4.500.

"Kemarin Pak Jokowi ingin memberikan 30 ribu ton. Tetapi untuk awal ini kami akan diberikan 1.000 ton. Sementara Koperasi PPN Lampung Sejahtera mendapatkan alokasi 200 ton jagung," kata Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Provinsi Lampung, Jenny Soelistiani, Senin, 20 September 2021.

Ia mengatakan untuk harga Rp.4.500 nantinya akan berkolaborasi dengan feedmill atau pabrik pakan. Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian juga akan melakukan penandatanganan kerja sama untuk menyikapi persoalan yang sedang terjadi saat ini.

Baca juga: Peternak Ayam Menjerit Harga Pakan Naik, Telur Anjlok

Sehingga akan ada jalur khusus korporasi petani bertemu langsung dengan koorporasi peternak melalui jalur koperasi sehingga ada jalur cepat. Misalnya, jagung yang ditanam petani langsung bekerjasama langsung dengan peternak. Sehingga harganya tidak terlalu besar karena tidak lagi pakai harga distributor.

"Ada skema yang kami bangun. Hari ini harga jagung mahal dan harga telur murah. Nanti akan ada waktunya harga jagung murah dan harga telur mahal. Minimal ada jalinan kerja sama saling menguntungkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Ummihani mengatakan pakan jagung untuk ayam naik karena masih pandemi covid-19. Restoran dan rumah makan yang tadinya buka menjadi tutup karena adanya pembatasan kegiatan. Hal itu mengakibatkan bahan baku makanan menjadi berkurang banyak. Sementara produsen terus memproduksi seperti hari biasanya. Akibatnya telur tidak terserap oleh pasar.

"Harga pakan jagung naik, apalagi jagung ini kan ada waktu-waktu tertentu panennya sehingga stoknya tak tersedia. Alternatifnya pemerintah memberikan subsidi terhadap harga jagung. Saat ini harga jagung Rp6.000 sementara harga Rp4.500/kg. Jadi, subsidi dari pemerintah Rp1.500/kg jagung," katanya.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar