Lampungbaratpad

Lambar Raup PAD Rp61,246 Miliar

( kata)
Lambar Raup PAD Rp61,246 Miliar
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat, Daman Nasir. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lampung Barat sepanjang 2020 mencapai 93,12% atau sebesar Rp61,246 miliar dari target Rp65,7 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat, Daman Nasir, mengakui perolehan PAD 2020 tidak tercapai 100%. Pencapaian PAD hanya sebesar Rp61,246 miliar atau 93,12% dari target yang ditetapkan sebesar Rp65,7 miliar.

Realisasi PAD tidak mencapai target dikarenakan ada beberapa sumber pendapatan yang pencapaiannya tidak maksimal akibat covid-19, seperti pajak hotel dan pajak hiburan.

"Meski secara keseluruhan target pajak realisasinya melampaui target, tetapi secara rinci ada beberapa sumber PAD dari pajak yang realisasinya minim. Bahkan ada sumber PAD yang realisasinya tidak ada yaitu pajak hiburan," kata dia.

Pajak hotel tidak terealisasi secara maksimal dikarenakan beberapa bulan pajak hotel tidak dipungut dikarenakan dampak covid-19. Selain pajak hotel, pajak hiburan juga tidak terealisasi, karena selama pandemi membuat kegiatan hiburan tidak diperbolehkan.

Kemudian sewa-sewa aula juga tidak memenuhi target karena kegiatan yang menggunakan jasa aula selama pandemi berkurang.

Selain dari pajak, PAD yang bersumber dari retribusi yaitu pelayanan kir kendaraan bermotor juga tidak terealisasi. Sebab, sampai saat ini pelayanan kir belum dilaksanakan, karena teknis operasionalnya masih menunggu proses sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Adapun perolehan PAD sebesar Rp61,246 miliar itu antara lain bersumber dari pajak sebesar Rp11,795 miliar (107,39%) dari target Rp10,984 miliar. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi, realisasi PAD yang terbesar salah satunya masih diperoleh dari pajak penerangan jalan mencapai Rp6,033 miliar (100,21%) dari target sebesar Rp6,020 miliar.

Kemudian pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan terealisasi Rp4,2 miliar (104,48%) dari target Rp4,1 miliar. Kemudian pajak restoran sebesar Rp909 juta (144,13%) dari target Rp631 juta, pajak reklame Rp67 juta dari target Rp65 juta, dan bea perolehan hak atas tanah atau bangunan Rp465 juta (387,97%) dari target Rp120 juta.

Dari retribusi ditargetkan Rp4,7 miliar yang hanya terealisasi Rp2,999miliar (63,08%). Terdiri dari retribusi jasa umum Rp1,770 miliar dari target Rp3,6 miliar (48,61%). Nilai itu didapat dari retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, pelayanan sampah, pelayanan pasar, dan pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi.

Kemudian perolehan PAD yang bersumber dari retribusi jasa usaha Rp863 juta (83,51%) dari target Rp1,03 miliar. Realisasi retribusi ini terdiri dari pemakaian kekayaan daerah, jasa tempat penginapan, rumah potong hewan, hasil usaha produk daerah yaitu penjualan kompos dan benih ikan dan lain sebagainya.

Kemudian retribusi perizinan tertentu yakni izin mendirikan bangunan (IMB) terealisasi Rp365,6 juta (462,89%) dari target Rp79 juta. Pendapatan yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berupa bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah yakni tercapai Rp4,8 miliar (101,09%) dari target Rp4,7 miliar dan lain sebagainya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar