#angkakemiskinan#beritalambar

Lambar Perangi Kemiskinan dengan 4 Strategi

( kata)
Lambar Perangi Kemiskinan dengan 4 Strategi
Kepala Bappeda Lambar Okmal. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Angka kemiskinan di Lampung Barat berdasarkan data statistik per Maret 2018 mencapai 40.620 jiwa atau 13,5 persen dari jumlah penduduk di wilayah itu.

 

Kepala Bappeda Lampung Barat Okmal mengatakan angka kemiskinan 13,5% itu masih merupakan angka lama yaitu data per Maret 2018 lalu. Sementara untuk angka terbaru, pihaknya masih menunggu hasil penetapan dari BPS.

"Kalau angka hasil pendataan terbaru belum ada karena masih menunggu penetapan resmi dari BPS," kata Okmal, Jumat, 17 Januari 2020.

Ia memperkirakan angka kemiskinan itu akan mengalami penurunan atau berkurang sebab Pemkab sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulanginya.

Dia mengatakan ada empat setrategi yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan Pemkab Lampung Barat untuk menanggulangi atau menurunkan angka kemiskinan itu. Empat setrategi penanggulangan kemiskinan itu dilakukan secara kolaborasi melalui program di sejumlah OPD.

Empat strategi yang digunakan untuk menurunkan kemiskinan itu pertama diantaranya mengurangi beban pengeluaran bagi masyarakat miskin. Kemudian meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin. Lalu ada juga setrategi mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Setrategi mengurangi beban pengeluaran warga antara lain akan dilakukan dengan cara memberikan jaminan kesehatan kepada warga miskin, baik bersumber dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten. Hal ini dilaksanakan melalui dinas terkait.

Lalu ada juga pemberian bantuan rumah swadaya bagi warga yang berpenghasilan rendah melalui Dinas Sosial dan Dinas PU. Kemudian program pemasangan sambungan air bersih melalui Bappeda, pemberian seragam gratis, pemberian beasiswa untuk siswa miskin dilakukan melalui Dinas Pendidikan.

Kemudian pemberian makanan pendamping untuk keluarga pasien miskin di rumah sakit. Ada juga pembangungan sarana air bersih melalui Pamsimas (Bappeda) dan pendampingan operasi katarak (Dinas Sosial).

Strategi kedua yakni meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, dimana bentuk kegiatan berupa bantuan pupuk untuk petani kopi, bantuan ternak kambing (Dinas Perkebunan). bantuan KUBE bagi keluarga miskin melalui Dinas Sosial. Lalu, melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat juga melalui Dinas sosial.Pengembangan lumbung pangan bagi warga serta pelatihan bagi warga binaan serta pelatihan sablon.

Sedangkan strategi ketiga yaitu mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, antara lain ada program pengembangan industri kreatif, pengembangan kewirausahaan, pengembangan industri agro, sertifikat produk industri yang dilaksanakan melalui Dinas Koperindagpas.

Sementara strategi keempat yaitu penanggulangan kemiskinan dilaksanakan dengan cara mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Bagi kegiatan yang sudah dilaksanakan dikoordinasikan dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kabupaten. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan verifikasi dan validasi data fakir miskin.

"Tahun ini program penanggulangan kemiskinan tetap akan dilanjutkan dengan melibatkan peran kecamatan dan pekon. Pelibatan ini dilakukan melalui pemanfaatan dana desa." kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar