#Inflasi

Laju Inflasi Lampung Selatan Melambat Pada 2020

( kata)
Laju Inflasi Lampung Selatan Melambat Pada 2020
Ilustrasi. Google Images


Kalianda (Lampost.co) -- Inflasi indeks harga konsumen (IHK) di Kabupaten Lampung Selatan pada 2020 lalu relatif melambat. Dimana, inflasi IHK kabupaten mengikuti Provinsi Lampung.

Plt Kepala Bagian Perekonomian Setkab Lampung Selatan, Irmanto mengatakan data dari Bank Indonesia untuk capaian inflasi IHK Provinsi Lampung 2020 sebesar 2,00 persen. Hal ini melambat dibandingkan pada 2019 silam. Dimana, pada 2019 inflasi IHK mencapai 3,44 persen.

Menurut dia, inflasi yang rendah ini dipengaruhi turunnya permintaan masyarakat di tengah terjadinya pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Selain itu, pasokan barang kebutuhan pun relatif lancar, stabilitas harga juga terjaga.

“Tetapi, inflasi IHK tahun 2020 lalu untuk Lampung ini, masih lebih tinggi dari nasional dan rata-rata di pulau Sumatera. Untuk Nasional 1,69 persen. Sedangkan rata-rata di Sumatera 1,9 persen,” kata Irmanto, Rabu, 3 Februari 2021.

Lebih lanjut dia, menjelaskan ada beberapa faktor pendukung capaian inflasi IHK yang terkendali di tahun 2020 lalu. Diantaranya adanya penurunan inflasi pada kelompok inti yang sebesar 1,52 persen, dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 3,38 persen.

Lalu, ada juga yang melambatnya inflasi pada kelompok volatile foods yang tercatat melabat 4,19 persen. Lebih rendah dari tahun 2019 sebelumnya  sebesar 5,59 persen.

“Melambatnya inflasi pangan ini, diantaranya karena penurunan permintaan dari sektor hotel, restoran dan catering sebagai dampak pandemi covid-19,” jelas Irmanto.

Irmanto menambahkan untuk tekanan inflasi administered price tahun 2020 relatif meningkat dari 0,75 pada tahun 2019, menjadi 1,35 ditahun 2020 kemarin. Seiring naiknya cukai rokok, tarif penyeberangan dan bahan bakar rumah tangga.

“Tapi, khusus untuk Desember 2020 ada peningkatan inflasi IHK.Inflasi IHK  Desember 2020 tercatat 0,66 persen. Sementara, November 2020, tercatat 0,12 persen,” tambahnya.

Dia menyatakan meningkatan inflasi IHK pada  Desember ini, didorong adanya kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau mencapai 2,28 persen.

Untuk penyubang inflasi tertinggi masih pada komuditi seperti cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras dan beras.

Dimana, sebelumnya memang pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghitung inflasi berjalan daerah. Namun untuk perhitungan inflasi ini oleh Tim TPID, mengikuti inflasi rata-rata provinsi Lampung.

“Kita berharap untuk ditahun 2021 ini, laju inflasi IHK ini tetap terkendali,” katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar