#karhutla#kebakaran#beritalamsel

Lahan Perkebunan dan TPU di Mekarmulya Terbakar

( kata)
Lahan Perkebunan dan TPU di Mekarmulya Terbakar
Warga dan Babinsa Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat berusaha memadamkan api yang membakar lahan perkebunan di Dusun Rajawali, Jumat, 8 November 2019, malam. Dok Warga

Kalianda (Lampost.co): Lahan Perkebunan dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun Rajawali I, Desa Mekarmulya Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terbakar, Jumat, 11 November 2019, malam. Hingga saat ini kebakaran lahan itu belum diketahui penyebabnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, lahan perkebunan yang terbakar itu milik Khoer Afandi (50) warga Desa setempat. Setidaknya lahan yang dipenuhi semak belukar seluas 0,5 hektare itu ludes dilalap si jago merah.

Ketua RT/RW 002/001, Dusun Rajawali I, Entang mengatakan dirinya mengetahui kebakaran itu ketika mendengar suara dentuman bambu yang terbakar. Mengetahui itu, ia pun langsung menghampiri dan meminta bantuan kepada masyarakat untuk memadamkan api.

"Pas saya lihat, api sudah besar membakar lahan perkebunan Pak Khoer Afandi dan TPU Desa setempat. Saya bersama masyarakat langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, seperri teng semprot dan ranting-ranting kayu," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarmulya Rasiwan mengatakan hingga kini kebakaran itu belum diketahui penyebabnya. Namun, pihaknya bersama masyarakat sudah berupaya memadamkan api.

"Meski terkendala pada akses menuju lokasi, tapi Alhamdulillah api cepet dipadamkan berkat bantuan masyarakat dan satu unit mobil Pemadam Kebakaran. Kalau enggak cepat dipadamkan khawatir menjalar ke pemukiman masyarakat sekitar 100 meter," kata dia.

Sebelumnya, rumah milik Eko Sriwidodo warga RR/RW 02/02 Desa Bumiasri Kecamatan Palas terbakar, Jumat, 8 November 2018 sekitar pukul 08.30 WIB. Beruntung perisitiwa itu tidak menghanguskan seluruh rumah.

Kepala Desa Bumiasri, Marsono mengaku pagi itu dirinya hendak berangkat menuju Kantor Desa setempat melihat kepulan asap hitam di kediaman Eko Sriwidodo. Seketika ia meminta bantuam masyarakat untuk memadamkan api yang diduga kuat bersumber dari korsleting televisi.

"Beruntung api hanya membakar ruang keluarga. Dugaan kuat api bermula dari korsleting listrik pada televisi. Alhamdulillah, api tidak membesar dan cepar dipadamkan," katanya.

Adi Sunaryo

Berita Terkait

Komentar