penyelundupanburung

Lagi, Ratusan Burung Tanpa Dokumen Diamankan di Bakauheni

( kata)
Lagi, Ratusan Burung Tanpa Dokumen Diamankan di Bakauheni
KSKP Bakauheni sita ratusan ekor burung tanpa dokumen di pintu masuk Seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni, Selasa malam, 7 Juli 2020. Dok. KSKP Bakauheni

KALIANDA (Lampost.co) -- Petugas gabungan di Pelabuhan Bakauheni kembali mengamankan ratusan ekor burung tanpa dokumen resmi. 749 ekor burung berbagai jenis itu hendak diselundupkan ke Bandung, Jawa Barat, dan Purwokerto, Jawa Tengah, melalui pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Petugas gabungan yang terdiri dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Balai Karantina Pertanian kelas 1 Lampung Wilayah kerja Bakauheni itu menyita 749 ekor burung dari dalam mobil Daihatsu Xenia Nopol R-859-UH yang hendak menyeberang ke Merak Banten pada Selasa, 7 Juli 2020 sekitar pukul 21.30 WIB.

Baca juga: Polisi Sita Ratusan Burung Kacer Ilegal Senilai Rp250 Juta

Petugas juga mengamankan sopir, Sugeng Riyadi (42), warga Pasiraman Kidul RT01/RW01 Kelurahan Pasiraman Kidul Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, bersama rekannya Diah Bayu Transito (42), warga Perumahan Griya Satria Blok EA No.10 RT01/RW07 Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Jawa Tengah.

"Ratusan ekor burung berbagai jenis yang diangkut kendaraan Xenia R-859-UH disita karena pengemudi mobi tersebut tidak bisa menunjukkan surat karena tidak bisa menunjukkan surat menyurat pengiriman barang yang diangkutnya," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo didampingi Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah di Pelabuhan Bakauheni, Rabu, 8 Juli 2020.

Di hadapan petugas, ujar Ferdiansyah, pelaku Sugeng Riyadi mengaku ratusan ekor burung dengan jenis Poksai Mandarin, Colibri, Murai Air, Perkutut, Ciblek, Pleci, Trucuk, Prenjak Lumut, Kinoi, Teledekan, dan Sikatan itu diangkut dari Bengkulu Utara tujuan Bandung dan Purwokerto dengan upah Rp1 juta. 

"Mereka mengaku burung burung tersebut milik Aziz (40), warga Baros/ Depan Pasar Dimensi Cimahi Bandung Jawa Barat," kata AKP Ferdiansyah yang didampingi Kanit Reskrim KSKP Bakauheni Ipda Mustolih. 

Penyelundupan satwa dari Pulau Sumatera ke Jawa melalui pelabuhan Bakauheni marak akhir akhir ini. Berdasarkan catatan lampost.co dalam kurun waktu sepekan ini, setidaknya Petugas di Pelabuhan Bakauheni berhasil menggagalkan tiga kali penyelundupan satwa liar tanpa dokumen resmi di pintu masuk Pos seaport interdiction. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar