#bandarlampung#lampung#penyaniayaan#oknumpolisi

Lagi, Laporan Penganiayaan Oknum Polisi Mandek Hingga Setahun

( kata)
Lagi, Laporan Penganiayaan Oknum Polisi Mandek Hingga Setahun
Korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan di press room Kota Bandar Lampung. (Deni Zulniyadi)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Rizkia Mustika (27) mempertanyakan kasus dugaan penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi yang telah dilaporkannya ke Polda Lampung sejak 19 Januari 2017. Karena hingga kini kasus dengan nomor laporan polisi LP/B-69/I/2017/Lpg/SPKT tersebut belum ada kejelasan.

Warga Jalan Lintas Timur, Kelurahan Sumur, Kecamatan Ketapang, Kota Bandar Lampung ini mengalami luka tembak hingga jari manis kaki kirinya nyaris putus oleh mantan pacarnya sendiri, oknum polisi Brigadir berinisial TAS. Peristiwa itu terjadi 22 Juli 2016 di Rumah Kost De Omah Tanjungkarang Pusat, sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Laporan Penganiayaan 7 Bulan Mengambang

Korban baru melaporkan kasus tersebut pada 19 Januari 2017 karena awalnya pelaku memohon agar tidak di bawa ke ranah hukum, namun belakangan tidak ada itikad baik pelaku. Tapi kini laporan kasus tersebut tidak ada kejelasan penanganan perkaranya meski sudah hampir satu tahun.

"Waktu dia ikatan dinas, dia bilang tidak mau di blow up, karena saya kasihan saya turutin, sampe perawat yang jahit kaki saya nanya, saya bilang kena standar motor. Tapi belakangan tidak ada itikad baik, minta maaf saja tidak langsung pergi saja," kata Rizkia Mustika kepada sejumlah wartawan, di Pers Room Pemkot Bandar lampung, Senin (11/12/2017) siang.

Korban menceritakan, malam itu baru saja pulang makan malam dengan pelaku. Tiba di indekos korban terjadi cekcok mulut hingga korban terkena tembakan dari pistol pelaku. Keributan itu bermula ketika korban menanyakan siapa yang selalu menelepon ke ponsel pelaku.

"Saya tanya ke dia siapa yang nelepon terus, akhirnya cekcok sampai dia mengeluarkan senjata api diarahin ke saya," kata korban.

Karyawan salah satu diler mobil di Bandar Lampung ini menjelaskan saat pelaku hendak mengembalikan senjata api itu ke pinggangnya terjadi letusan, amunisi tersebut mengenai bodi sepeda motor kemudian mental dan mengenai jari manis kaki kiri korban.

"Terus meledak, untung tidak kena badan saya, tapi kena kaki, untung jarinya tidak putus," kata dia.

Korban menduga senjata api yang digunakan pelaku adalah senjata api rakitan. "Itu sepertinya pistolnya rakitan, karena ketika itu dia masih belum selesai ikatan dinas," kata dia.

Dua bulan lalu, korban mendatangi Polda Lampung untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. Namun penyidik mengatakan aksus tersebut dilimpahkan ke Polres Pesawaran karena pelaku pindah dinas disana. Korban mempertanyakan jawaban penyidik itu karena alasan pelimpahan kasus tersebut tidaklah masuk akal.

"Penyidik atas nama Bripda Azis Sudarmaji mengatakan jika kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Pesawaran, katanya karena pelaku dinas disana, padahal kejadian di Bandar Lampung," kata korban.

Saat dikonfirmasi Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Hendra Supriatna tidak mengangkat telepon meski dalam keadaan aktif. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp juga belum direspon.

Deni Zulniyadi







Berita Terkait



Komentar