#kwt#sayuran#beritalamteng

KWT Bina Pertani Perjuangkan Kampung Sayur Wisata Edukasi di Lamteng

( kata)
KWT Bina Pertani Perjuangkan Kampung Sayur Wisata Edukasi di Lamteng
Berbagai jenis sayuran di tanam oleh para anggota kelompok KWT Bina Pertani, Lampung Tengah. (Lampost.co/Wahyu Pamungkas)


GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Pertani, Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah berjuang menjadikan kampungnya sebagai kampung sayur wisata edukasi.

Pada acara kunjungan akademisi UNILA sekaligus pembinaan yang digelar di Dusun 2 Kampung Liman Benawi Rabu (4/4/2018), PPL Liman Benawi Retno Sawitri mengatakan saat pertama berdiri, KWT Bina Pertani hanya 12 orang. Lima tahun kemudian, sampai sekarang, anggotanya menjadi 45 orang. Dari 45 orang tersebut, 30 orang yang aktif telah menyamakan misi, yakni menjadikan Liman Benawi sebagai kampung sayur wisata edukasi.

Bentuk kongkrit dari perjuangan itu dimulai dengan membuat kebun sayur organik yang tidak hanya menambah pendapatan rumah tangga, tetapi mampu meningkatkan gizi keluarga.

Retno menjelaskan, selain membangun kebun sayur di pekarangan depan rumah, setiap anggota KWT Bina Pertani juga menghias kebun dan menyiapkan tempat untuk berfoto.

"Saat ini sudah ada 30-an rumah yang memiliki kebun berbagai jenis sayuran. Tinggal menghias kebun agar menarik dan menambahkan pojok selfi untuk berfoto ria kalau ada pengunjung," kata Retno.

Kampung sayur diarahkan menjadi tujuan wisata edukasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, sekaligus menularkan tips keberhasilan berkebun sayur di pekarangan. Sebab, anggota KWT yang memiliki kebun telah merasakan manfaatnya.

"Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan hal ini," kata Retno.

Kakam Liman Benawi Nyono Rahadi menyampaikan pihaknya mendukung penuh. Pembentukan kampung sayur wisata edukasi dimulai dari dusun 2 dan secara bertahap akan merembet ke lima dusun lainnya.

Kadis Ketahanan Pangan Jumali mengapresiasi KWT Bina Pertani. Ia juga akan membantu mengatasi kendala kekurangan air saat kemarau yang membuat KWT tak bisa menanam sayur.

"Kami akan bantu semaksimal mungkin. Secepatnya kami bangun sumur bor untuk mengatasi masalah air. Ada juga bantuan lain sebagai stimulan bagi kelompok," kata dia.

Wahyu Pamungkas







Berita Terkait



Komentar