#Kurs

Kurs Rupiah Tertekan ke Level Rp14.250/USD

( kata)
Kurs Rupiah Tertekan ke Level Rp14.250/USD
Ilustrasi. FOTO: MI/Himanda Amrullah


Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.245 per USD. Menguatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) memicu mata uang Paman Sam perkasa dan menekan gerak mata uang Garuda.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 4 Maret 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.250 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.247 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14,085 per USD.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi saat investor memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan relatif lebih kuat ketimbang kawasan lainnya, sementara mata uang safe haven yen Jepang melemah ke level terendah tujuh bulan.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya, terakhir naik 0,14 persen pada 90,924. Sedangkan mata uang euro merosot sebanyak 0,19 persen menjadi USD1,2068.

Investor telah meningkatkan taruhan pada pertumbuhan dan inflasi AS ketika pemerintah mempersiapkan stimulus fiskal baru, dan spekulasi meningkat bahwa Federal Reserve juga bisa mendekati normalisasi kebijakan moneter daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Apa yang dilihat pasar saat ini adalah perbedaan pertumbuhan antara AS yang pulih dan lebih banyak yang tersendat di Eropa," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, di Washington.

Data menunjukkan bahwa ekonomi zona euro hampir pasti berada dalam resesi double-dip karena penguncian covid-19 terus menghantam industri jasa-jasa. Data AS juga menunjukkan bahwa sektor swasta menambahkan 117 ribu pekerjaan bulan lalu, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, meleset dari ekspektasi.

"Namun, ekspektasi untuk perekrutan lebih kuat ketika AS merilis data pekerjaan untuk Februari pada Jumat," kata Manimbo.

Pemulihan ekonomi AS berlanjut dengan kecepatan sedang selama minggu-minggu pertama tahun ini, dengan bisnis optimistis tentang bulan-bulan mendatang dan permintaan perumahan kuat. "Tetapi pasar kerja hanya menunjukkan perbaikan yang lambat," Federal Reserve melaporkan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar