#kurs#rupiah

Kurs Rupiah Menguat di Level Rp14.413 per USD

( kata)
Kurs Rupiah Menguat di Level Rp14.413 per USD
Foto: dok MI/Ramdani.


Jakarta (Lampost.co) -- Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini berbalik menguat. Mata uang Garuda ini sejalan dengan penguatan kurs dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 6 Mei 2021, rupiah menguat 22 poin atau setara 0,15 persen menjadi Rp14.413 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.435 per USD.

Kondisi nilai tukar rupiah sudah terpantau menguat sejak pembukaan perdagangan yang sempat berada pada posisi Rp14.415 per USD.

Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.413-Rp14.421 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 2,58 persen.

Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan menguat ke posisi Rp14.435 per USD. Gerak rupiah terpantau menguat dibandingkan pergerakan sebelumnya di Rp14.450 per USD.

Sebelumnya, kurs rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini diprediksi berfluktuasi, namun cenderung melemah tipis.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah tipis di rentang Rp14.420 per USD sampai Rp14.450," Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 6 Mei 2021.

Ibrahim menilai data ekonomi RI kuartal I-2021 tak mampu mengangkat nilai tukar rupiah dari tren pelemahan. Mata uang Garuda tersebut keok di tangan dolar Amerika Serikat (AS).

"Ini terjadi karena kontraksi PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia genap terjadi selama empat kuartal beruntun. Artinya, Indonesia terjebak di 'jurang' resesi ekonomi selama satu tahun," jelas Ibrahim.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year (yoy). Kontraksi terjadi karena pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun lalu masih positif 2,97 persen.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi 0,96 persen dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Dengan demikian, maka pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan dengan kontraksi yang lebih rendah.

Winarko







Berita Terkait



Komentar