#persidangan#narkoba#beritalampung

Kurir Sabu 2 Kg Asal Aceh Divonis 16 Tahun Penjara

( kata)
Kurir Sabu 2 Kg Asal Aceh Divonis 16 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis terdakwa Abu Bakar (50), warga Dusun Blang Pohroh, Desa Gampong Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dengan pidana penjara selama 16 tahun lantaran kedapatan membawa sabu seberat 2 kg dari Aceh tujuan Lampung.

Selain pidana penjara, Hakim juga mengharuskan terdakwa membayar pidana denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Perbuatan terdakwa, kata Hakim Eriyanto, diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Abu Bakar dengan pidana penjara selama 16 tahun. Terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 miliar subsider 3 bulan dengan perintah tetap berada dalam tahanan," kata Hakim, dalam sidang yang digelar, Selasa, 15 September 2020.

Terdakwa,kata Hakim, tanpa hak atau melawan hukum melakukan percobaan atau permufakatan jahat memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I melebihi 5 gram berupa 2 bungkus plastik yang berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto keseluruhan 1.939,53 gram.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Jumat, 8 Mei 2020, dimana saat itu terdakwa dihubungi oleh Adi Camat (buron) menawarkan pekerjaan membawa barang berupa sabu dari Aceh ke Lampung dengan menjanjikan upah/bayaran sebesar Rp15 juta per kilonya.

"Dengan membawa dua kilogram, terdakwa akan diberi upah/imbalan sebesar Rp30 juta. Lalu terdakwa menyetujui tawaran tersebut," kata Hakim.

Pada Sabtu, 16 Mei 2020 sekitar pukul 18.00 WIB, terdakwa bertemu dengan saksi Supriadi di SPBU Helpet Medan Marelan. Lalu terdakwa bersama saksi Supriadi bersama-sama berangkat dari Medan ke Lampung dengan menggunakan 1 unit mobil Mitsubishi L-300 F-8815-UJ warna hitam yang didalamnya telah terdapat sabu.

Setelah sampai di Lampung tepatnya di Bandarjaya, pemilik barang (Adi Camat) menghubungi terdakwa dan mengatakan bahwa barang tersebut akan diterima oleh Edo (buronan) dengan menyerahkan nomor ponsel Edo. Setelah terdakwa menghubungi nomor tersebut, keduanya sepakat untuk serah terima barang di pintu tol Tegineneng. Belum sempat serah terima terdakwa ditangkap.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar