#narkoba#persidangan#beritalampung

Kurir Sabu 2 Kg Asal Aceh Dituntut 18 Tahun Penjara

( kata)
Kurir Sabu 2 Kg Asal Aceh Dituntut 18 Tahun Penjara
Suasana persidangan virtual kasus narkoba di PN Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Abu Bakar (50), warga Dusun Blang Pohroh, Desa Gampong Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara selama 18 tahun lantaran kedapatan membawa sabu seberat 2 kg dari Aceh tujuan Lampung. Hal ini terungkap dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin, 7 September 2020.

Selain pidana penjara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosman Yusa mengatakan terdakwa dituntut membayar pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Menurut Jaksa Rosman, perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Abu Bakar dengan pidana penjara selama 18 tahun. Terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 miliar subsider 3 bulan dengan perintah tetap berada dalam tahanan," ujar Jaksa Rosman. 

Terdakwa lanjut Jaksa tanpa hak atau melawan hukum melakukan percobaan atau permufakatan jahat memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I melebihi 5 gram berupa 2 bungkus plastik yang berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 1.939,53 gram.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Jumat 8 Mei 2020, dimana saat itu terdakwa dihubungi oleh Adi Camat (DPO) menawarkan pekerjaan membawa barang berupa shabu milinya dari Aceh ke Lampung dengan menjanjikan upah/bayaran sebesar Rp15 juta per kilonya.

"Dengan membawa dua kilo sabu, terdakwa akan diberi upah/imbalan sebesar Rp30 juta lalu terdakwa menyetujui tawaran tersebut," kata Jaksa.

Selanjutnya, pada Sabtu, 16 Mei 2020 sekitar pukul 18.00 WIB, terdakwa bertemu dengan saksi Supriadi di SPBU Helpet Medan Marelan, lalu terdakwa bersama saksi Supriadi bersama-sama berangkat dari Medan ke Lampung dengan menggunakan 1 nit mobil Mitsubishi L-300 Diesel F-8815-UJ warna hitam yang didalamnya terdapat sabu.

Setelah sampai di Lampung tepatnya di Bandarjaya, pemilik barang (Adi Camat) menghubungi terdakwa dan mengatakan bahwa barang tersebut akan diterima oleh Edo (buronan) dengan menyerahkan nomor ponsel Edo. Setelah terdakwa menghubungi nomor tersebut keduanya sepakat untuk serah terima barang di pintu tol Tegineneng.

"Namun, belum sempat serah terima barang, terdakwa ditangkap," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar