#narkoba#kriminal#beritalampung

Kurir Sabu 1 Kg Dilumpuhkan Timah Panas

( kata)
Kurir Sabu 1 Kg Dilumpuhkan Timah Panas
Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung menangkap kurir sabu di Jalan Pattimura, Gang Darwis, Kelurahan Gunungmas, Kecamatan Telukbetung Selatan, Rabu malam, 24 Maret 2021. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung menangkap kurir sabu di Jalan Pattimura, Gang Darwis, Kelurahan Gunungmas, Kecamatan Telukbetung Selatan, Rabu malam, 24 Maret 2021.

Tersangka Erlangga Baskara yang terpaksa dilumpuhkan timah panas, karena hendak melarikan diri dan melawan saat akan ditangkap. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik teh berisi tiga bungkus plastik besar berisi sabu, seberat sekitar kilogram.

Atas penangkapan itu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap rekan Erlangga berinisial K yang melarikan diri. "Satu pelaku DPO kami buru," ujar Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP M. Ganda MH. Saragih, Sabtu, 27 Maret 2021.

Menurutnya, penangkapan itu berdasarkan informasi yang dilanjutkan dengan penyelidikan selama sekitar satu bulan. Saat penyelidikan, tim operasional melihat dua orang menggunakan motor matic tanpa plat dan berhenti di sekitar lokasi penangkapan.

Salah satu pelaku turun dari atas motor dan mengambil bungkusan plastik warna putih.Tersangka sempat membuang bungkusan tersebut. "Inisial E yang buang bungkusan, satu pelaku lainnya melarikan diri pakai motor," katanya.

Dari pemeriksaan pelaku mengaku hanya satu kali mengambil narkoba tersebut. Namun, keterangan itu masih didalami untuk mengetahui jaringannya.

"Kalau melihat barang bukti sebesar itu, pastinya ini pemain lama. Bayangkan kalau 1 gram bisa menyelamatkan lima orang, kalau 1 kg bisa 5.000 orang," katanya.

Sementara itu, tersangka Erlangga mengaku berperan sebagai kurir. Namun, ia tak menyebutkan pemilik dan penerima barang terlarang tersebut. "Cuma disuruh ambil barang dan dijanjikan Rp10 juta kalau bisa mengambil dan membawa barang itu ke tempat yang dituju," katanya.p

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar