#sabu#bandar#tahunbaru

Kurir dan Bandar Sabu Ditangkap, Barang Bukti 660 Gram Sabu Diamankan

( kata)
Kurir dan Bandar Sabu Ditangkap, Barang Bukti 660 Gram Sabu Diamankan
Barang bukti yang diamankan. (Foto Dokumentasi Polresta Bandar Lampung)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satres Narkoba Polresta Bandar Lampung menangkap satu pengedar dan satu bandar, yang menyuplai sabu-sabu di Bandar Lampung guna stok malam pergantian Tahun Baru 2019.

Dua pelaku yang ditangkap yakni Guntur (40), warga Jalan Krakatau, Kelurahan Kupangkota, Telukbetung Utara, dan Hadi Ismanto (35), Jalan Gunung Krakatau, Kelurahan Kupangkota, Telukbetung Utara. Dari keduanya diamankan barang bukti berupa sabu seberat 660 gram dengan nominal mencapai Rp660 juta.

Kasat Resnarkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Ali Muhaidori mengatakan penangkapan tersebut bermula informasi yang diterima anggota, bahwa di daerah Telukbetung Utara ada peredaran sabu-sabu yang jumlahnya tidak sedikit.

Sabu-sabu tersebut diduga distok pelaku, untuk pakai atau konsumsi di sela-sela pergantian malam Tahun Baru. "Ini Operasi kami juga, antisipasi malam Tahun Baru, selain razia hiburan malam," ujarnya, Kamis (3/1/2019).

Penangkapan tersebut bermula saat Guntur digerebek di kediaman salah satu saksi bernama Saprudin, yang juga tetangga korban pada Jumat (21/12/2018), sekitar pukul 11.00.

"Di situ kami amankan empat paket sabu-sabu ukuran kecil dan satuu pak plastik, barang ini yang buat dipecah untuk dijadikan paket hemat atau paket 1 gram," kata alumnus Akpol 2005 itu.

Ternyata, barang haram tersebut didapat dari seorang bandar yakni Hadi Ismanto di kediamannya, pada malam hari setelah Guntur ditangkap. Dari Hadi didapati barang bukti berupa 7 paket besar sabu-sabu, 7 unit ponsel, 1 timbangan digital, dan 1 pak plastik klip ukuran besar.

"Kami duga dia ini bandar dan masih ada beberapa kurir lainnya yang jadi kaki tangannya, masih kami kembangkan," ujarnya.

Saat ini aparat mengejar pemasok sabu-sabu dalam skala besar untuk Hadi Ismanto dan juga para kurirnya. Pelaku dijerat dengan Pasal 114-112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Asrul Septian Malik*



Berita Terkait



Komentar