#lampura#kurikulum

Kurikulum Harus Fleksibel Perkembangan Zaman

( kata)
Kurikulum Harus Fleksibel Perkembangan Zaman
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo usai melantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menginginkan ada perombakan terhadap kurikulum. Keinginan Presiden dianggap aebagai langkah tepat mengingat kurikulum yang digunakan saat ini sudah berjalan sejak 2013.

Menurut akademisi Universitas Lampung Undang Rosidin, apa yang diinginkan Presiden merupakan langkah tepat karena kurikulum yang digunakan saat ini sudah berjalan enam tahun sejak 2013. Dengan waktu tersebut sudah perlu ada perubahan kurikulum pendidikan.

"Tidak masalah, bukan karena rotasi jabatan, tapi karena kebutuhan. Kurikulum harus adaptif dengan perkembangan zaman," katanya, Jumat, 1 November 2019.

Dia menjelaskan kurikulum tidak mesti harus bertahan lama. Namun, tapi perlu juga ada perubahan untuk penyesuaian terhadap perubahan lingkungan dan perkembangan zaman.

"Tapi jangan sampai perubahan itu (kurikulum) menimbulkan masalah dan singkat penerapannya, seperti baru dua tahun sudah diganti," katanya.

Sementara pemerhati pendidikan Ruhban Masykur menyebutkan yang menjadi kelemahan kurikulum sekarang adalah masih cenderung pada aspek kognisi. Hal itu kurang menyentuh aspek sikap dan keterampilan.

"Harusnya ketiga aspek itu bisa terpenuhi. Kekurangannya adalah aspek sikap dan keterampilan yang kurang terwadahi," kata Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan itu.

Dia juga menyampaikan kurikulum yang sekarang masih teoretis sehingga cenderung tidak melihat fenomena yang terjadi. "Hal itu membuat peserta didik tidak mampu melihat realitas secara komprehensif sehingga kurang adaptif terhadap perkembangan zaman," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar