#pupuk#petani

Kuota Pupuk Subsidi di Metro Mulai Dikurangi

( kata)
Kuota Pupuk Subsidi di Metro Mulai Dikurangi
Pemaparan diberikan oleh perwakilan Ketua Kelompok Tani di Aula DKP3 Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mengingatkan kepada petani pada masa tanam (MT) satu, terjadi pengurangan jumlah pupuk bersubsidi. 

Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, pada MT satu ini persawahan di Bumi Sai Wawai yang siap ditanami padi seluas 2.923 hektare. 

Kemudian, pupuk bersubsidi yang dialokasikan pada MT satu tahun ini pupuk urea sebesar 1.080 ton, Petroganik sebesar 146 ton, Phonska sebesar 768 ton, SP 36 sebesar 235 ton, dan pupuk ZA 52 ton. 

"Kita semula mengusulkan 2.944 hektar. Namun, yang mendapat air dari rekomendasi PU seluas 2.923 hektar," kata dia, Senin, 8 November 2021. 

Dia menjelaskan, untuk kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi itu tidak benar. Hanya saja kuota nya saat ini dibatasi. 

"Untuk pupuk subsidi saat ini sedang terjadi penurunan. Kalau turun iya, tapi tidak langka. Pupuk langka itu tidak sesuai dengan kenyataan," jelasnya. 

Dia menambahkan, dalam pengurangan kuota pupuk subsidi tahun ini dalam sehektarnya dialokasikan 60 persen dari tahun sebelumnya. 

"Misal, kita mengusulkan Urea 150 kg perhektar tapi alokasi dari pusat kita hanya 60 persen. Itu yang saat ini dikeluhkan oleh petani saat ini. Kalau langka tidak," tambahnya. 

Data yang dihimpun Lampost.co, saat ini pupuk subsidi merek ZA yang dialokasikan di tahun 2021 atau MT 1 sebesar 52 ton. Yang tersalurkan 33,50 ton dan memiliki sisa yang belum di tebus sebesar 18,50 ton. 

Kemudian, untuk pupuk SP 36 pada MT 1 ini yang dialokasikan sebesar 235 ton yang sudah tersalurkan 149,30 ton dan yang belum di tebus 85,70 ton pupuk jenis SP 36 .

Untuk pupuk subsidi jenis Phonska yang dialokasikan sebesar 768 ton dan yang tersalurkan sebanyak 653,30 ton. Masih ada 114,70 ton yang belum ditebus. 

Untuk pupuk subsidi jenis Petroganik yang dialokasikan 146 ton yang tersalurkan 60,28 ton dan yang belum di tebus 85,72 ton

Untuk pupuk Urea bersubsidi yang dialokasikan sebesar 1.080 ton yang sudah tersalurkan 758,30 ton dan yang belum di tebus 321,70 ton.

Winarko







Berita Terkait



Komentar