#tajuklampungpost#tpa#sampah#lingkungan

Kunci TPA Regional

( kata)
Kunci TPA Regional
Ilustrasi. Foto:Dok/ Google Images

TEMPAT pembuangan akhir (TPA) sampah bisa menjadi sumber masalah. Namun, jika dikelola dengan baik, TPA bisa menjadi sarana bermanfaat dan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Sebab itu, persoalan ini harus disikapi dengan bijak.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama dua kabupaten dan dua kota sepakat untuk membangun tempat pembuangan akhir (TPA) sampah regional. TPA regional ini diharapkan menjadi solusi dalam penanganan masalah sampah di Bumi Ruwa Jurai.

Kesepakatan pembangunan TPA regional dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman yang diteken Pemprov Lampung bersama Pemkab Lampung Selatan, Pemkab Pesawaran, Pemkot Bandar Lampung, dan Pemkot Metro.

Rencananya, lokasi TPA regional seluas 50 hektare itu ditetapkan di Register 40 Gedungwani, di ujung Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, yang merupakan aset Pemprov Lampung. Lokasi itu akan menjadi solusi pengelolaan sampah di Lampung. Ihwal persoalan sampah kini menjadi fokus utama pemerintah daerah di Lampung karena jumlahnya kian meningkat signifikan.

Persoalan sampah yang selama ini tidak mendapat perhatian dari berbagai unsur kini mulai meresahkan publik.

Di Bandar Lampung, sampah mencapai 1.000 ton/hari, sementara TPA Bakung yang menjadi tempat pembuangan akhir sudah tidak mampu menampung atau overkapasitas. Di sinilah peran amat penting bagi keberadaan TPA sampah regional.

TPA regional berfungsi sebagai tempat menampung dan mengelola segala sampah yang tidak tertampung di keempat daerah tersebut. Pemprov dan kabupaten/kota akan merancang masterplan dan akses jalan ke TPA regional.

Tentu saja, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Pembangunan TPA regional menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2020. Dana pembangunan tempat pembuangan sampah itu diperkirakan mencapai Rp90 miliar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Prasarana Permukiman menyebut agar lahan yang diperuntukkan pembangunan TPA regional Lampung minimal seluas 20 hektare. Ke depan, TPA regional tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga tidak bernasib seperti Bakung.

Hingga kini, di Indonesia baru beberapa provinsi yang sudah membangun TPA regional, di antaranya Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Bali. Kementerian PU-Pera akan mencontoh TPA regional yang di Jawa Tengah untuk diterapkan di Bumi Ruwa Jurai.

Kita menyambut baik realisasi TPA regional. Harus ada kerja sama pemda melalui Dinas Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup agar bisa memaksimalkan fungsi TPA regional, sehingga pengurangan sampah plastik 30% bisa terealisasi. Persoalan sampah jangan dipandang setengah-setengah. Hal ini harus dilihat secara holistik dan komprehensif. Jangan gara-gara sampah, semua fasilitas menjadi terganggu. TPA regional harus menjadi kunci dan solusi bersama penanganan sampah di Lampung.

Tim Tajuk Lampung Post

Berita Terkait

Komentar