#demokrat#KLBDemokrat

Kubu AHY Yakin Bisa Mentahkan Tudingan Moeldoko

( kata)
Kubu AHY Yakin Bisa Mentahkan Tudingan Moeldoko
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon


Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yakin bisa mementahkan semua serangan dari pihak kongres luar biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut). Pihak KLB yang dipimpin Moeldoko itu mempermasalahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres Ke-V 2020.

Permasalahan pertama, yaitu AD/ART dibuat di luar kongres. Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyampaikan AD/ART dibuat saat Kongres Ke-V yang digelar pada Maret 2020.

"Iya (AD/ART dibuat di Kongres Ke-V). Intinya kongres kita itu sudah sesuai tatib (tata tertib), mekanisme," kata Herzaky di Jakarta, Sabtu, 13 Maret 2021.

Menurut dia, semua yang disampaikan pihak Moeldoko tudingan belaka. Sebab, mayoritas dari mereka tidak mengikuti Kongres Ke-V 2020.

"Memang berapa orang di kelompok itu yang hadir di kongres? Darmizal itu 2018 Rejo (Relawan Jokowi), enggak pernah ngurusin kami (Demokrat)," ungkap dia.

Kubu Moeldoko jug menuding adanya perubahan mukadimah AD/ART partai. Namun, Herzaky mempertanyakan dasar hukum perubahan mukadimah hanya boleh dilakukan di pengadilan.

"Sekarang saya tanya, di mana aturan yang tidak boleh mukadimah, di mana aturannya, dia bisa nunjukin enggak? Enggak ada. Di UU Parpol (Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik) enggak ada, di AD/ART enggak ada," sebut dia.

Herzaky tidak bisa memastikan apakah Kongres Ke-V 2020 melakukan perubahan mukadimah tersebut. Namun, dia memastikan hal itu diperkenankan lantaran kongres merupakan pengambil keputusan tertinggi dalam sebuah parpol.

"Iya (diperbolehkan mengubah mukadimah AD/ART) selama dilakukan melalui forum kongres karena itu forum tertinggi. Kecuali ada yang menghalangi. Di UU Parpol tidak ada itu," ujar dia.

Dia menilai kubu Moeldoko hanya mencari-cari alasan dengan menuding AD/ART 2020 menyalahi aturan. Dengan begitu, konstitusi partai yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bisa digugat.

Dia memastikan siap menghadapi berbagai langkah yang dilakukan kubu Moeldoko terhadap AD/ART 2020. Dia meyakini lembaga hukum bakal objektif memutuskan tudingan tersebut.

"Kami yakin lah kalau pengadilan bakal melihat secara jernih dan memutuskan secara adil dan objektif," ujar dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar