#diksarmaut

Kuasa Hukum Terdakwa Diksar Nilai Jaksa Tak Jeli

( kata)
Kuasa Hukum Terdakwa Diksar Nilai Jaksa Tak Jeli
Suasa sidang kasus tewasnya Aga Trias Tahta (19), peserta Diksar UKM Cakrawala FISIP Unila, di PN Gedongtataan, Kamis, 13 Februari 2020. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) -- Agenda sidang kedua perkara tewasnya Aga Trias Tahta (19), peserta Pendidikan Dasar (Diksar) UKM Cakrawala FISIP Universitas Lampung (Unila), di Pengadilan Negeri Gedongtataan, Kamis, 13 Februari 2020, pembacaan eksepsi tiga dari 17 terdakwa yang mengikuti sidang. Kuasa hukum ketiga terdakwa menyatakan seharusnya ada pihak yang ikut bertanggung jawab dalam kasus meninggalnya salah satu peserta diksar ini.

Bambang Handoko, pengacara terdakwa FJ, SA, dan FH, yang mengajukan eksepsi, mengatakan tidak memungkiri adanya korban dari permasalahan ini. "Seharusnya lembaga tempat mereka bernaung dalam hal ini Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan karena kegiatan dilepas pihak Unila, dilepas dosen, dan juga ada surat penanggung jawab dari dosennya," ujarnya, Kamis, 13 Februari 2020.

"Jadi yang kami sayangkan, ketika insiden ini terjadi semua hal yang harusnya dilengkapi baik itu fasilitas kesehatan, tandu, maupun semuanya itu tidak ada. Bahkan, pengawas dari kampus juga tidak ada mestinya kan ada," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menilai jaksa tidak jeli dalam melihat suatu perkara karena ada mata rantai yang seharusnya tidak diputus. "Seharusnya universitas dan FISIP yang harus bertanggung jawab penuh. Jadi kami menilai dakwaan jaksa itu tidak memenuhi syarat materiel karena ada pihak yang harusnya dimintai pertanggungjawaban pidana tapi malah tidak dimasukkan," katanya.

Dia juga mengatakan UKM Cakrawala adalah organisasi pecinta alam yang resmi dari FISIP sehingga tidak alasan fakultas dan universitas lepas tangan. "Karena tidak cermatnya jaksa dalam menyusun dakwaan, ada pihak yang seharusnya bertanggung jawab total malah tidak dimasukkan. Kok ini malah anak-anak ini saja yang harus bertanggung jawab," katanya.

"Untuk itu kami mengajukan eksepsi ini untuk membuka hasanah semua kalau anak-anak ini menjadi korban juga dari ketidakpedulian kampus dalam kegiatan ekstrakurikuler," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar