#bandarlampung#hukum#penipuan

Kuasa Hukum Kasus Dugaan Penipuan Ajukan PK ke PN Tanjungkarang

( kata)
Kuasa Hukum Kasus Dugaan Penipuan Ajukan PK ke PN Tanjungkarang
Kuasa hukum terpidana dugaan penipuan menunjukkan surat untuk mengajukan PK ke PN Tanjungkarang.Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kuasa hukum terpidana kasus dugaan penipuan bernama Rukis Pribadi (57), warga Korpri, Sukarame, Bandar Lampung, akan melakukan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN)  Tanjungkarang Kelas 1A, Bandar Lampung, Selasa, 3 Desember 2019. Terpidana dieksekusi Kejari Bandar Lampung  ke Lapas Rajabasa setelah ditangkap tim gabungan tangkap buron (tabur) di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

Kuasa hukum terpidana  A  Rahman mengatakan berkas PK sudah lengkap dan pihaknya akan mengajukan PK ke PN Tanjungkarang, Selasa, 3 Desember 2019. "Berkas sudah siap, insya Allah besok, Selasa, 3 November 2019, kami akan mengajukan peninjauan kembali ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang," katanya,  Senin, 2 Desember 2019.

Dia menjelaskan pihaknya mengajukan peninjuan kembali (PK) ke PN Tanjungkarang karena dalam vonis Majelis Hakim kliennya divonis bebas. Namun, jaksa mengajukan kasasi ke MA dengan putusan menguatkan tuntutan jaksa.

"Kami menduga ada kekeliruan, makanya akan mengajukan PK. Sebab berdasarkan vonis Majelis Hakim, klien kami menang dan divonis bebas," ujarnya.

Dia menambahkan kasus penipuan yang dituduhkan kepada kliennya masuk kasus perdata sehingga tidak bisa ditahan atau penjara. "Dengan sejumlah  bukti yang dimiliki, kami optimistis PK diterima dan kliennya kami bebas karena kasus perdata tidak bisa ditahan atau dipenjara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Ta bur Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung dan Kejari Jakarta meringkus buron di wilayah Jakarta, Selasa, 12 November 2019. Kasi Pidum Kejari Bandar Lampung, Yopi Ruloanda membenarkan petugas  Tim gabungan Tabur meringkus buron di Jakarta.

"Iya benar tim gabungan Tabur meringkus terpidana buron penipuan di Jakarta dan tadi pagi langsung dieksekusi ke LP Rajabasa," katanya, Rabu, 13 November 2019.

Dia menjelaskan putusan MA menguatkan putusan PN Tanjungkarang Kelas 1A Bandar Lampung yang memvonis terdakwa selama 10 bulan penjara. "Setelah keluar putusan MA yang menguatkan putusan PN. Kemudian dilakukan pemanggilan hingga tiga kali tapi terpidana tidak hadir Sehingga ditetapkan DPO," ujarnya.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar