#TSM

Kuasa Hukum Eva-Deddy akan Laporkan Hasil Sidang ke DKPP

( kata)
Kuasa Hukum Eva-Deddy akan Laporkan Hasil Sidang ke DKPP
Kuasa hukum paslon 03 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah M Yunus. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis pemeriksa dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung atas dugaan pelanggaran yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di Pilkada Bandar Lampung mengabulkan laporan pasangan calon (Palson) 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo dan memerintahkan KPU Bandar Lampung untuk membatalkan putusan hasil pleno.

Kuasa Hukum Terlapor Eva-Deddy, M Yunus mengatakan pihaknya menyatakan keberatan dan dalam waktu dua hari sejak dibacakan putusan akan melaporkan ke Mahkamah Agung (MA) dan ke Dewan Kehormatan Penyelengara pemilu (DKPP).

"Lampung Tengah putusannya sudah bisa diambil, jadi bisa langsung bekerja. Jadi kalau di Bandar Lampung itu satu kali 24 berarti kita cuma ada ruang dua hari bekerja dan ini tetap menjadi catatan kami," ujar Yunus, Rabu, 6 Januari 2020.

Di Lampung Tengah, kata Yunus, pertimbangan pihak terkait Bawaslu dijadikan acuan utama. Tetapi di Bandar Lampung tidak ada satu pun jadi keterangan pihak terkait Bawaslu dijadikan pertimbangan.

"Jadi kami tidak melihat ada perlakuan yang setara terkait dengan menafsirkan norma pada satu sisi soal calon itu dipersempit hanya harus pasangan calon yang melakukan (pelanggaran), tetapi untuk konteks Bandar Lampung clear UU telah mengunci pelanggaran itu harus dilakukan pasangan calon," kata dia. 

Menurut Yunus, di Bandar Lampung  makna pelanggaran diperluas mencakup pihak lain.

"Kami uji, kami sangat percaya telah melakukan hal ini dengan baik kami telah melakukan ini dengan hormat . Kami percaya bahwa kebenaran akan mencari jalannya sendiri terima kasih," ujar dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar