#pilkada#pilgub#pelanggaranpilkada#bawaslu

Kuasa Hukum Arinal Sebut Saksi Pelapor Tak Relevan

( kata)
Kuasa Hukum Arinal Sebut Saksi Pelapor Tak Relevan
Saksi pelapor sedang menjelaskan kronologis poitik uang kepada Bawaaslu Lampung di Kantor Sentral Gakkumdu Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, Rabu (11/7/2018). (Foto: Lampost.co/Triyadi Isworo)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kuasa Hukum Tim Pemenangan Pasangan Calon Arinal Djunaidi - Chusnunia, Andi Syafrani mengatakan bahwa sidang yang digelar untuk melihat keterangan saksi-saksi dari masing-masing pelapor banyak yang tidak relevan.

Dalam sidang tersebut pelapor 1 (tim kuasa hukum M. Ridho Ficardo - Bachtiar Basri) menghadirkan 10 orang saksi dari masyarakat. Sementara itu pelapor 2 (tim kuasa hukum Herman HN - Sutono) mengahadirkan 19 orang saksi.

"Banyak saksi yang dihadirkan ridak relevan. Kita hanya ingin mendengarkan saksi yang relevan saja," katanya di Kantor Sentral Gakkumdu Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, Rabu (11/7/2018).

Ia juga mengatakan dalam sidang pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan masif (TSM) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur Lampung. Pelapor dan terlapor menghadirkan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya.

"Kita juga akan hadirkan saksi, sebarannya ada di 5 atau 7 kabupaten/kota se-Lampung yang kita nilai penting untuk diklarifikasi," katanya.

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar