#KualitasUdara#UdaradiPalembang#PolusiUdara

Kualitas Udara di Palembang Bahaya

( kata)
Kualitas Udara di Palembang Bahaya
Kabut asap menyelimuti Jembatan Ampera, Kota Palembang, Selasa, 15 Oktober 2019.MI/Dwi Apriani

Jakarta (Lampost.co): Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, mencapai angka 821.942, masuk pada level berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

"Kondisi kualitas udara Palembang saat ini level berbahaya," kata Kepala Sub Bidang (Kasubid) Informasi Pencemaran Udara BMKG, Suradi, Selasa, 15 Oktober 2019.

Suriadi menjelaskan, kualitas udara di Palembang tercatat sangat buruk. Pada level berbahaya dengan Partikulat Matter (PM)10 mencapai 821.942.

Angka tersebut jauh berbeda dengan kualitas udara yang tercatat sedang dengan PM10 sekitar 51 sampai 150 pada hari sebelumnya. BMKG menyebutkan kualitas udara disebut tidak lagi sehat jika angka PM10 yang dipantau mencapai di atas 150, yakni pada rentang angka 151 sampai 350.

Suriadi menambahkan, kualitas udara sangat tidak sehat jika sudah melampaui angka 351 sampai 420. Selanjutnya menjadi berbahaya jika angkanya melampaui 420.

BMKG mengimbau masyarakat mengerem aktivitas di luar ruangan. Suradi mengimbau masyarakat menggunakan masker pelindung.

BMKG juga mencatatkan kualitas udara sedang di daerah lain seperti Pekanbaru dengan PM10 sebesar 85.59, Jambi dengan PM10 81.87, Kototabang sebesar 62.00 dan Cibeureum dengan PM10 sebesar 57. Sementara itu, daerah Mempawah, Samarinda dan Medan mencatatkan kualitas udara cukup baik dengan PM10 sebesar 40.31, 34.72 dan 33.243 masing-masing secara berurutan.

medcom.id



Berita Terkait



Komentar